• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Profil Anurak Phanram | Pemain Voli Timnas Thailand

Biografi Profil Anurak Phanram | Pemain Voli Timnas ThailandAnurak Phanram yang lahir pada 23 Agustus 1999 di Ratchaburi, adalah pemain voli asal Thailand, yang berposisi sebagai outside hitter. Pemain bernomor 22 dengan tinggi 183 cm ini, menjadi pemain terbaik atau MPV pada turnamen AvisibChellen Cup 2023, dan membawa timnas negaranya menjadi juara.

Dia memulai karir profesional pada usia 18 tahun, ketika masuk skuad Samanan Ratchaburi di Thailand League Volleyball 2017, 2018. Pada musim perdananya Anurak belum mendapat kesempatan bermain, dan timnya hanya finis peringkat 6 di klasemen akhir.

Musim kedua bersama Ratchaburi, Anurak Phanram mulai mendapat banyak kesempatan bermain. Ia memperkuat klub tersebut sampai tahun 2019, sebelum memutuskan pindah ke Samut Sakhon pada musim 2019, 2020.

Kendati begitu, performa Anurak sejatinya mulai meningkat saat memperkuat Nakhon Ratchasima pada musim 2022, 2023. Di klub tersebut dia berhasil meraih gelar juara Thailand Volleyball League 2022, 2023, serta mendapat panggilan masuk Timnas Thailand.

Debut internasional bersama Timnas Thailand terjadi di SEA Games 2023 Kamboja. Tapi sayang, dia gagal membantu negaranya meraih medali, usai kalah bersaing dengan tuan rumah Kamboja, Indonesia, dan Vietnam.

Meski begitu Anurak Phanram tercatat selalu menjadi pilihan utama Timnas Thailand, di posisi outside hitter dalam 4 pertandingan di SEA Games 2023. Performa Anurak kian meningkat, dan puncaknya adalah turnamen Avisi Chellen Cup 2023 Putra.

Sejauh ini di level timnas, gelar juara Avisi Chellen Cup 2023 menjadi pencapaian terbaik bagi Anurak Phanram. Di laga final Anurak juga menjadi motor serangan Thailand ketika menundukkan Bahrain dengan skor telak 3 0, dan meloloskan timnya ke ajang FIVB Chellenger Cup 2023.

Anurak Phanram dianugerahi sebagai MVP dalam kejuaraan Avisi Chellen Cup 2023, dan menjadi salah satu pemain yang dinilai paling bersinar. Anurak pun diproyeksikan masuk skuad Timnas Thailand untuk FIVB Chellenger Cup 2023 for Men di Qatar dan berpeluang tampil di VNL Putra 2024.

Pemain Thailand di Badminton Asia Mixed Team 2023

Biografi Profil Pemain Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championships 2023Kejuaraan Tim Campuran Bulu Tangkis Asia 2023 edisi ketiga dijadwalkan diadakan di Pusat Pameran Dubai di Uni Emirat Arab dari 14 hingga 19 Februari 2023. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Badminton Asia dan Bulutangkis Uni Emirat Arab Federasi.

Pada Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2023, Thailand tergabung di Group C bersama Indonesia, Bahrain, Syria, dan Lebanon. Thailand mengirimkan 12 wakil dengan 16 pemain. Berikut ini Daftar pemain bulutangkis Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championships 2023 :

Sitthikom Thammasin 7 April 1995 (aged 27) Ranking 32
Panitchaphon Teeraratsakul 11 November 2004 (aged 18) Ranking 176
Saran Jamsri 20 January 2000 (aged 23) Ranking 508

Busanan Ongbamrungphan 21 February 2001 (aged 21) Ranking 12
Supanida Katethong 26 October 1997 (aged 25) Ranking 25
Lalinrat Chaiwan 21 February 2001 (aged 21) Ranking 30

Pharanyu Kaosamaang 6 March 2003 (aged 19) Ranking 76
Worrapol Thongsa-Nga 29 October 1995 (aged 27) Ranking 76
Pakkapon Teeraratsakul 11 November 2004 (aged 18) Ranking 139
Peeratchai Sukphun 31 August 2004 (aged 18) Ranking 139

Benyapa Aimsaard 29 August 2002 (aged 20) Ranking 13
Nuntakarn Aimsaard 23 May 1999 (aged 23) Ranking 13
Laksika Kanlaha 17 December 1997 (aged 25) Ranking 110
Phataimas Muenwong 5 July 1995 (aged 27) Ranking 110

Chasinee Korepap 28 April 2000 (aged 22) Ranking 92
Ratchapol Makkasasithorn 1 December 2001 (aged 21) Ranking 92
Pakkapon Teeraratsakul 11 November 2004 (aged 18) Ranking 220
Phataimas Muenwong 5 July 1995 (aged 27) Ranking 220

Demikian Skuad Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championships 2023 atau Badminton Asia Mixed Team Championships 2023. Terima Kasih.

Profil Pemain Timnas Bola Voli Wanita Thailand

Biografi Profil Biodata Pemain Timnas Bola Voli Putri ThailandTim bola voli nasional wanita Thailand ( Thailand : วอลเลย์บอล หญิง ทีม ชาติ ไทย ) mewakili Thailand dalam kompetisi bola voli internasional yang dikelola oleh Asosiasi Bola Voli Thailand TVA Thailand Volleyball Association. Tim ini memenangkan medali perak di Montreux Masters 2016 , finish terbaik oleh tim mana pun di luar Amerika, Asia Timur, dan Eropa. Selain itu, tim ini menempati posisi keempat pada Grand Prix Dunia 2012. Dan tim mengambil medali perunggu di Summer Universiade dalam dua kali, finish terbaik oleh tim mana pun di luar dunia. Di Asia, tim memenangkan medali perunggu di Asian Games 2014 Juga, tim memenangkan medali emas di Kejuaraan Asia dua kali. Dan, tim memenangkan medali emas di Kejuaraan Piala Asia . Negara ini juga berpartisipasi dalam empat Kejuaraan Dunia, satu Piala Dunia, empat belas Grand Prix Dunia dan dua Piala Grand Champions Dunia.

Squad Timnas Bola Voli Wanita Thailand

Head coach: Danai Sriwatcharamethakul
1 Wipawee Srithong 28 January 1999 1.74 m Thailand Chonburi
2 Piyanut Pannoy 10 November 1989 1.71 m Thailand Chonburi
3 Pornpun Guedpard 5 May 1993 1.72 m Thailand Khonkaen Star
4 Thatdao Nuekjang 3 February 1994 1.84 m Thailand Khonkaen Star
5 Pleumjit Thinkaow 9 November 1983 1.80 m Thailand Chonburi
6 Onuma Sittirak 13 June 1986 1.75 m Thailand Nakhon Ratchasima
7 Hattaya Bamrungsuk 12 August 1993 1.80 m Free agent
8 Watchareeya Nuanjam 22 July 1996 1.77 m Thailand Chonburi
9 Wanitchaya Luangtonglang 8 October 1992 1.75 m Thailand Nakhon Ratchasima
10 Wilavan Apinyapong 6 June 1984 1.74 m Thailand Chonburi
11 Amporn Hyapha 19 May 1985 1.80 m Thailand Chonburi
12 Tapaphaipun Chaisri 29 November 1989 1.68 m Thailand Khonkaen Star
13 Nootsara Tomkom (c) 7 July 1985 1.69 m Thailand Nakhon Ratchasima
14 Chitaporn Kamlangmak 17 March 1996 1.84 m Thailand Khonkaen Star
15 Malika Kanthong 8 January 1987 1.78 m Thailand Nakhon Ratchasima
16 Pimpichaya Kokram 16 June 1998 1.78 m Thailand Nakornnont
17 Tichaya Boonlert 14 February 1997 1.79 m Thailand Nakornnont
18 Ajcharaporn Kongyot 18 June 1995 1.78 m Thailand Chonburi
19 Chatchu-on Moksri 6 November 1999 1.78 m Japan PFU BlueCats
20 Supattra Pairoj 27 June 1990 1.60 m Thailand Chonburi
21 Kullapa Piampongsan 17 March 1991 1.78 m Thailand Khonkaen Star
22 Yupa Sanitklang 14 August 1991 1.66 m Thailand Nakhon Ratchasima
23 Jutarat Montripila 2 October 1986 1.75 m Thailand Nakornnont

List of former notable players : Amporn Hyapha, Bouard Lithawat, Prim Intawong, Nuntanit Tongsom, Marai Kongrom, Wanlapa Jid-ong, Wisuta Heebkaew, Warapan Thinprabat, Nantakan Petchplay, Nurak Nokputta, Saranya Srisakorn, Laddawan Srisakorn, Likhit Namsen, Malinee Kongtan, Suphap Phongthong, Anna Paijinda, Sommai Niyompon, Bhudsabun Prasaengkaew, Jarunee Sannok, Somruk Sungpokeaw, Patcharee Sangmuang, Piyamas Koijapo, Konwika Apinyapong, Khwanjira Yuttagai, Saymai Paladsrichuay, Rattanaporn Sanuanram, Narumon Khanan, Pornthip Santrong, Kamonporn Sukmak, Siriporn Sooksen, Patcharee Deesamer, Rasamee Supamool, Jutarat Montripila, Sutadta Chuewulim, Utaiwan Kaensing, Wanitchaya Luangtonglang, Sontaya Keawbundit, Kaewkalaya Kamulthala, Khatthalee Pinsuwan, Kuttika Kaewpin, Kannika Thipachot, Sineenat Phocharoen, Em-orn Phanusit, Parinya Pankaew, Wanna Buakaew, Yupa Sanitklang, Jarasporn Bundasak

Somkiat Chantra Juara Moto2 2022 Mandalika

Biografi Somkiat Chantra Pembalap Thailand Juara Moto2 MandalikaSomkiat Chantra Pembalap Thailand yang membela Idemitsu Honda Team Asia berhasil memenangkan balapan Moto2 Mandalika, Minggu (20/3). Chantra menjadi pembalap pertama yang melewati garis finis, disusul Celestino Vietti dan Aron Canet di podium kedua dan ketiga. Somkiat Chantra memimpin balapan di awal Moto2 Mandalika. Ia sukses menciptakan selisih hingga lebih dari 0,5 detik atas Sam lowes di lap ketiga. Di belakang Lowes, terdapat Jake Dixon dan Aron Canet.

Selisih Chantra dengan Lowes bahkan sempat berada di atas satu detik ketika balapan menyisakan 12 lap lagi. Di lap yang sama, Jake Dixon melakukan kesalahan dan tergelincir keluar lintasan. Canet dan Celestino Vietti kemudian mampu menyalip Lowes dan jadi pemburu Chantra di depan ketika balapan Moto2 Mandalika menyisakan 10 lap. Peluang Chantra memenangkan balapan Moto2 Mandalika makin terlihat besar lantaran selisih antara dirinya dengan Vietti sudah di atas dua detik ketika balapan menyisakan delapan lap.

Duel Vietti dan Canet mewarnai akhir balapan sedangkan Lowes terbilang minim persaingan karena ia sudah tertinggal dua detik dari Vietti dan Canet dan unggul lima detik dari Augusto Fernandez yang ada di posisi kelima. Keunggulan Chantra bahkan ada di atas tiga detik saat memasuki lap terakhir. Chantra bisa nyaman melalui lap terakhir dengan selisih besar tersebut. Sementara itu pembalap Pertamina Mandalika, Bo Bendsneyder mengakhiri balapan di posisi ke-15 edangkan Gabriel Rodrigo di posisi ke-22. Jumlah lap balapan Moto2 dikurangi dari 25 lap menjadi 16 lap. Hal itu lantaran kondisi aspal Sirkuit Mandalika yang terlalu panas.

Pornpun Guedpard Pemain Popsivo dari Thailand

Biografi Biodata Pornpun Guedpard - Pemain Voli ThailandPornpun Guedpard ( พร พรรณ เกิด ปราชญ์ Phonphan Koetprat ) yang lahir 5 Mei 1993 di Nakhon Phanom adalah anggota dari tim voli nasional perempuan Thailand. Wanita cantik dengan tinggi 170 cm ini bermain untuk klub Jakarta Mandiri Popsivo Polwan dengan nomor punggung 3 sebagai setter di ajang ProLiga 2022. Sebelumnya pemain yang akrab dipanggil dgn nama Chompoo ini  juga pernah memperkuat Jakarta PGN Popsivo Polwan di Proliga musim (2018–2019).

Jelang pertandingan voli Proliga 2022, Popsivo Polwan kembali mendatangkan Pornpun Guedpard dari Thailand. Pornpun memegang peran di posisi setter saat berlaga dengan klub Jakarta Mandiri Popsivo Polwan di Proliga 2022 di bawah asuhan pelatih asal Thailand Chamnan Dokmai. Dalam laga pembuka Pornpun bersama timnya menghadapi Jakarta Elektrik PLN yang berlangsung pada Jumat, 7 Januari 2022. Pornpun bukan satu-satunya pemain asing di Popsivo Polwan. Dia pun akan berjuang bersama Guna Mabru, pevoli Republik Dominika serta para skuad lainnya jebolan PON Papua. Akun Instagram: @guedpardhoy

Klub tempat dia bermain : 

Thailand Chang (2011–2012)
Thailand Nonthaburi (2011–2013)
Thailand Sisaket (2013–2014)
Thailand Gelas Bangkok (2014–2017)
Indonesia PGN Popsivo Polwan Jakarta (2018–2019)
Thailand Thai-Denmark Khonkaen Star (2019–2020)
Japan Toyota Auto Body Queenseis (2020–2021)
Jakarta Mandiri Popsivo Polwan (2022-sekarang)

Biografi Biodata Pornpun Guedpard - Pemain Voli Thailand
Penghargaan Perorangan

Kejuaraan Klub Asia 2015 – "Penentu Terbaik"
Kejuaraan Universitas CH7 2015 – "Pemain Paling Berharga"
Liga Super Thailand-Denmark 2016 – "Pemain Paling Berharga"
Kejuaraan Klub Asia 2016 – "Penentu Terbaik"
Piala Internasional VTV Binh Dien 2017 – "Pencipta Terbaik"
Liga Thailand 2020 – "Pencipta Terbaik"


Penghargaan Klub

Liga Thailand 2011–12 – Juara, dengan Nakornnonthaburi
Liga Thailand 2012–13 – Runner-up, bersama Nakornnonthaburi
Liga Thailand 2013–14 – Runner-up, dengan Sisaket
Liga Thailand 2014–15 – Juara, dengan Bangkok Glass
Liga Thailand 2015–16 – Juara, dengan Bangkok Glass
Liga Thailand 2016–17 – Runner-up, dengan Bangkok Glass
Liga Super Thailand-Denmark 2015 – Juara, dengan Bangkok Glass
Liga Super Thailand-Denmark 2016 – Juara, dengan Bangkok Glass
Liga Super Thailand-Denmark 2017 – Runner-up, dengan Bangkok Glass
Liga Super Thailand-Denmark 2018 – Runner-up, dengan Bangkok Glass
Kejuaraan Klub Asia 2012 – Medali perunggu, dengan Chang
Kejuaraan Klub Asia 2015 – Juara, dengan Bangkok Glass
Kejuaraan Antarklub Asia 2016 – Medali perunggu, dengan Bangkok Glass
Proliga Indonesia 2018–19 – Juara, bersama Jakarta Popsivo
Liga Super Thailand-Denmark 2019 – Medali perunggu, dengan Bintang Khonkaen Thailand-Denmark
Liga Thailand 2020 – Runner-up, dengan Khonkaen Star

Profil Chamnan Dokmai Pelatih Voli dari Thailand

Biografi Profil Chamnan Dokmai Pelatih Voli asal ThailandChamnan Dokmai asal thailand adalah Pelatih tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan. Dia mengkritik sistem pertandingan di babak final four Proliga 2019. Menurut pelatih asal Thailand ini, sistem yang digunakan oleh Proliga sedikit merugikan timnya. Kritik tersebut dilontarkan Dokmai setelah tim besutannya mengalahkan Jakarta BNI 46 dengan skor mencolok 3-1 (25-23, 22-25, 27-25, 25-21) di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2) malam. Setelah menuntaskan final four di Kediri, Popsivo masih harus menghadapi final four di Malang. Mereka akan bertemu dengan salah satu tim kuat lainnya, yakni Jakarta Pertemina Energi. Ia mengincar kemenangan melawan Bandung Bank BJB Pakuan dan Jakarta BNI 46.

Pelatih Jakarta Mandiri Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai, senang karena anak asuhnya mampu melewati ujian pertama yang berat dalam Proliga 2022. akarta Popsivo Polwan, yang merupakan juara bertahan, mengalahkan Jakarta Elektrik PLN dengan skor 3-2 (25-19, 13-25, 25-23, 20-25, 15-13) di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jumat. Namun, dia mengakui Elektrik PLN adalah yang sangat bagus. Dengan materi pemain muda, Elektrik PLN adalah tim yang sangat berbahaya. Dokmai juga berharap tim asuhannya akan lebih baik untuk laga berikutnya. 

Pelatih Jakarta Elektrik PLN, Risco Herlambang, mengakui kalau Popsivo tampil  baik di awal Proliga 2022. Akan tetapi, Risco merasa puas dengan materi pemain muda bisa mengimbangi Popsivo. Kurang maksimalnya pemain asing Odina Zayniddinovna banyak berpengaruh pada tim Elektrik PLN. Dalam laga itu, Popsivo mengawali set pertama dengan kemenangan dengan skor 25-19. Namun, pada set kedua tim besutan pelatih asal Thailand Chamnan Dokmai, gagal mengungguli PLN dan kalah 13-25. 

Pertarungan makin seru pada set ketiga di mana angka kedua tim saling susul dan akhirnya dimenangkan Popsivo 25-23. Set keempat kembali dimenangkan Elektrik PLN dengan skor 25-20. Di penghujung set kelima servis pemain senior Popsivo, Eva Sri Susilowati, gagal diterima pemain Jakarta Elektrik PLN. Service ace itu membuat Popsivo unggul 15-13, sekaligus menutup pertandingan pembuka Proliga 2022.

Biodata Madam Pang - Manager Timnas Thailand

Biografi Biodata Madam Pang - Profil Manager Timnas ThailandMadam Pang yang bernama asli Nualphan Lamsam lahir di Bangkok, Thailand pada 21 Maret 1966 adalah Presiden klub Port FC dan Direktur Timnas Thailand. Dia merupakan lulusan Chulalongkorn University di Thailand dan Boston University di Amerika Serikat (AS). Pang adalah istri Direktur Jenderal Departemen Pemasyarakatan di Thailand, Kolonel Naras Savestanana. 

Madam Pang memiliki banyak pengalaman di dunia sepak bola. Kecintaannya pada dunia sepak bola sudah berlangsung sejak lama. Pada 2015, Nualphan membeli klub Liga Thailand, Port FC yang kemudian menjadi presiden klub. Tahun 2008, ia dipercaya mengelola tim sepak bola wanita Thailand. Di bawah manajemen Madam Pang, tim sepak bola wanita Thailand mulai berkembang dan memenangkan berbagai kompetisi. Mereka sukses lolos ke putaran final Piala Dunia pada 2015 dan 2019. 

Setelah itu Madam Pang dipercaya menjadi manajer timnas Thailand U-23. Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) kemudian menunjuk Madam Pang menjadi manajer timnas Thailand pada Agustus 2021 hingga dia rangkap jabatan di dua timnas Thailand. 

Status Madam Pang sebagai pengusaha yang menyukai sepak bola menguntungkan timnas Thailand. Nualphan selalu memberi motivasi skuad timnas Thailand dengan suntikan bonus. Madam Pang sudah mempersiapkan bonus 26 juta baht atau setara Rp11,1 miliar bagi timnas Thailand jika mampu menjadi juara Piala AFF 2020. 

Di luar dunia sepak bola, wanita 55 tahun ini merupakan politikus dan pebisnis. Nualphan tercatat sebagai anggota Partai Demokrat Thailand dan pernah menjabat sebagai asisten sekjen partai tersebut dari 2006-2016. Madam Pang juga dikenal sebagai crazy rich Thailand. Pang adalah keturunan generasi kelima dari keluarga Lamsam Thailand-China. Nama keluarganya Lamsam, identik dengan kata "kaya" di Thailand. Keluarga Lamsam merupakan pendiri Kasikorn Bank atau KBank, yang memberi pinjaman terbesar di Thailand. 

Madam Pang menjabat sebagai Presiden dan CEO Muang Thai Life Assurance, salah satu perusahaan asuransi terbesar di Thailand. Pada 2020, Pang memiliki aset sebesar 98 miliar Dolar Amerika. Ia juga mempunyai portofolio cukup besar yang mencakup perusahaan asuransi. Sepupu Pang, Banthoon Lamsam, adalah CEO KBank dan menurut Forbes, keluarganya berada di peringkat ke-34 dalam daftar orang terkaya di Thailand.

Profil Teerasil Dangda Pemain Sepakbola Thailand

Biografi Profil Teerasil Dangda - Top Skor Piala AFF 2020 Pemain Sepakbola ThailandTeerasil Dangda (bahasa Thai: ธีรศิลป์ แดงดา, yang lahir 6 Juni 1988 adalah seorang pemain sepak bola Thailand. Ia berposisi sebagai penyerang. Saat ini ia bermain untuk Muangthong United serta untuk tim nasional Thailand. Teerasil Dangda pernah bermain untuk Air Force United, Raj Pracha, Manchester City, Grasshopper II (sebagai pemain pinjaman), sebelum saat ini bermain untuk Muangthong United. Bersama dengan klub Muangthong United, ia pernah menjadi juara Liga Utama Thailand dan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Utama Thailand. Teerasil Dangda juga pernah di trial oleh klub Atletico Madrid selama dua pekan.

Teerasil Dangda pernah bermain untuk tim nasional U-17, U-19, U-23, dan senior Thailand. Sampai saat ini, ia masih bermain untuk tim U-23 dan senior. Di tim senior, ia telah bermain 47 kali dan telah mencetak 20 gol. Ia turut bermain untuk Thailand dalam Piala Asia AFC 2007, Piala Suzuki AFF 2008,Piala Suzuki AFF 2010 dan Piala Suzuki AFF 2012. Teerasil Dangda menjadi pencetak gol terbanyak pada Piala Piala Suzuki AFF 2012 dengan mencetak 5 gol. Bersama dengan senior, ia mendapat dua kali gelar "Runner-Up" pada Piala Suzuki AFF 2008 dan Piala Suzuki AFF 2012.

Dua gol yang dicetak Irfan Jaya ke gawang Malaysia membuat namanya meramaikan perburuan top skor Piala AFF yang saat ini dipimpin Teerasil Dangda. Torehan tersebut membuat Irfan Jaya total telah mencetak tiga gol di gelaran Piala AFF kali ini. Ia mulai mengancam posisi teratas daftar pencetak gol yang ditempati oleh striker veteran Thailand, Teerasil Dangda. Sejatinya ada dua pemain lain yang sudah mencetak empat gol yaitu Safawi Rasid dari Malaysia dan Bienvenido Maranon dari Filipina. Namun kedua negara tersebut gagal lolos ke semifinal sehingga peluang mereka menambah gol sudah tertutup.

Profil Kunlavut Vitidsarn Pemain Badminton Thailand

Biografi Kunlavut Vitidsarn juara bwf wtf 2021Kunlavut Vitidsarn ( กุล วุฒิ วิทิต ศานต์ ) lahir 11 Mei 2001 adalah pemain bulutangkis Thailand juara Dunia Junior tiga kali, menang pada 2017, 2018, dan 2019. Vitidsarn menjadi pemain tunggal putra pertama yang memenangkan tiga gelar Kejuaraan Dunia Junior, bergabung dengan Ratchanok Intanon dan Chen Qingchen sebagai pemenang tiga kali gelar Dunia Junior dalam disiplin yang sama. Dia merebut medali emas di Kejuaraan Junior Asia pada 2019, di mana ia sebelumnya meraih perak pada 2018 dan perunggu pada 2017. Vitidsarn berpartisipasi di Olimpiade Pemuda Musim Panas 2018, dan merupakan bagian dari tim Omega meraih medali perak dalam acara tim campuran. 

Nama Kunlavut Vitidsarn kembali menjadi sorotan. Bintang muda bulu tangkis Thailand ini sukses menjegal tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di Indonesia Masters 2021. Meskipun kalah tipis pada set pertama dengan skor 19-21, Kunlavut berhasil membalas pada dua set berikutnya dengan skor 21-14 dan 21-13 atas tunggal putra unggulan kelima tersebut. Tak hanya itu, Kunlavut juga kerap membuat kejutan dengan mengalahkan pemain unggulan lain. Pada usianya yang masih sangat muda, Kunlavut menjadi salah satu bintang harapan Thailand.

Performanya di kelas junior memang tidak diragukan lagi. Kunlavut bertengger di peringkat satu dunia junior dan di level senior Kunlavut kini berada di peringkat 23 dunia dan menjadi tunggal putra kedua terbaik Thailand. Kunlavut Vitidsarn memang sudah mempunyai bakat yang baik sejak bermain di level junior. Beralih ke level senior, tentu membuat persaingan di sektor tunggal putra makin ketat. Bagi Kunlavut, bisa masuk babak empat besar di WTF 2021 merupakan keinginan besar yang gagal ia wujudkan di WTF 2020 yang dihelat di negaranya sendiri pada Januari 2021 lalu.

Pebulu tangkis muda Thailand Kunlavut Vitidsarn memang layak menyandang penghargaan BWF Most Promising Player of The Year alias pemain paling menjanjikan tahun ini. Peraih tiga gelar Juara Dunia Junior berusia 20 tahun itu berhasil menembus babak final BWF World Tour Finals (WTF) 2021. Pencapaian ini membuat Kunlavut menjadi pebulu tangkis tunggal putra asal Thailand kedua yang berhasil melangkah sejauh ini di gelaran WTF. Sebelumnya, pencapaian ini hanya bisa diraih oleh salah satu legenda Thailand, Boonsak Ponsana pada 11 tahun silam.

Pornpawee Chochuwong - Pebulu Tangkis Thailand

Biografi Pornpawee Chochuwong Biography Pemain Bulu Tangkis Thailand WikipediaPornpawee Chochuwong  พรปวีร์ ช่อชูวงศ์ yang lahir 22 Januari 1998 adalah pemain bulu tangkis wanita Thailand. Dia adalah peraih medali perak tunggal putri di Kejuaraan Dunia Junior Asia 2015 dan 2016 . Dia juga bagian dari tim pemenang Thailand di Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017 dan 2019. Chochuwong memenangkan gelar Tur Dunia pertamanya di Spanish Masters 2020. 

Di babak final turnamen Spanyol Masters 2020 tersebut, dia mengalahkan juara tunggal putri Olimpiade Carolina Marín sebagai unggulan pertama sekaligus pemain tuan rumah. Pornpawee Chochuwong saat itu peringkat 20 dunia dan menempati unggulan keenam pada ajang Spanyol Masters 2020. Kemenangan Pornpawee Chochuwong terjadi di partai final yang berlangsung hingga tiga game dengan skor 11-21, 21-16, 21-18 yang membawanya menjadi juara tunggal putri Spanyol Masters 2020

Bintang muda badminton Thailand ini semakin percaya diri berada di BWF World Tour Finals 2020 setelah menaklukkan seniornya Ratchanok Intanon yang sekaligus idolanya. Chochuwong yang berperingkat 13 dunia ini berhasil mengalahkan Intanon secara rubber game 15-21 21-11 21-18 pada match pertama Grup B BWF World Tour Finals 2020, di Impact Arena, Bangkok, Rabu (27/01/20). Kemenangan Chochuwong atas Intanon bisa dibilang menjadi satu-satunya kejutan besar di hari pertama penyisihan grup BWF World Tour Finals 2020, mengingat Intanon merupakan pemain dengan peringkat 5 dunia. 

Biografi Pornpawee Chochuwong Biography Pemain Bulu Tangkis Thailand WikipediaChochuwong mengaku kemenangan ini seperti sebuah momen langka karena akhirnya bisa keluar dari bayangan Intanon, yang dia idolakan sejak remaja. Pertandingan Chochuwong melawan Intanon berlangsung intens. Awalnya, Chochuwong merasa grogi hingga tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Dia mencoba memberi tekanan kepada Intanon agar bisa membuat setiap skor. Usahanya membuahkan hasil, karena Intanon makin terbawa permainannya.

Chochuwong semakin percaya diri menatap pertandingan berikutnya  di World Tour Final 2020, di mana ini menjadi penampilan pertamanya di ajang penutup musim Tur Dunia BWF. Ternyata benar, Pornpawee Chochuwong pun tak disangka mampu melibas pemain peringkat 1 dunia asal Taiwan Tai Tzu Ying di pertandingan keduanya di BWF World Tour Finals 2020 yang membawanya melaju ke babak selanjutnya. 

Prestasi Chochuwong semakin melesat setelah dia mampu mencapai final All England Open 2021. Sayangnya dia kalah dari unggulan kedua, Nozomi Okuhara dalam straight game. Keberhasilan di All England 2021 kemudian membawanya membuat debut 10 besar di peringkat dunia BWF pada 23 Maret 2021. Hingga kini 27 November 2021 peringkat pemain bulutangkis cantik asal  Thailand ini masih menempati ranking ke 10 dunia.

Puttita Supajirakul - Pemain Bulu Tangkis Thailand

Biografi Puttita Supajirakul Wikipedia Pemain Bulu Tangkis ThailandPuttita Supajirakul  ( พุธิตา สุภจิรกุล ) kelahiran Phitsanulok pada 29 Maret 1996 adalah pebulu tangkis Thailand. Supajirakul sudah bermain bulu tangkis sejak usia 9 tahun bersama keluarganya. Debut internasional pertamanya di ajang Smiling Fish International 2012 berpasangan dengan Wiranpatch Hongchookeat dan melaju ke babak final sebelum kalah dari wakil Jepang. Di ajang US Open 2014 berpasangan dengan Sapsiree Taerattanachai, mereka kalah dari wakil Indonesia, Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa di babak final.

Supajirakul juga tercatat sebagai bagian dari tim wanita Thailand yang menjuarai  Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) di tiga edisi berbeda pada 2015, 2017, dan 2019 dalam lomba tim putri. Pemilik tinggi badan 183 cm ini menjadi juara di nomor ganda putri pada Thailand Open 2016. Prestasi Supajirakul juga mencakup ajang BWF World Tour. Pada Thailand Masters 2018, ia berpasangan dengan Dechapol Puavaranukroh dalam nomor ganda campuran kelas Super 300. Dia hanya bisa menempati urutan kedua usai takluk dari wakil Malaysia.

Sementara setahun setelahnya di Thailand Masters 2019, ia turun dalam nomor ganda putri kelas Super 300 bersama Sapsiree Taerattanachai. Mereka sukses melaju hingga babak final dan menumbangkan wakil China, Li Wenmei/Zheng Yu. Puttita Supajirakul juga berkompetisi pada Olimpiade Musim Panas 2016 yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil. Wanita 25 tahun ini berpasangan dengan Sapsiree Taerattanachai di nomor ganda putri, namun keduanya gagal berbicara banyak. 

Khusus untuk ajang Piala Uber 2020, Supajirakul selalu turun dari tiga laga grup B. Puttita Supajirakul bersama Sapsiree Taerattanachai menjadi lawan tim Indonesia di babak perempat final Piala Uber 2020. Meski mampu memaksa Siti/Ribka bermain hingga rubber game, akhirnya mereka kalah dalam drama tiga gim melawan Siti/Ribka. Thailand tetap lolos ke babak semifinal usai wakil Indonesia, Ester Wardoyo takluk di laga terakhir dan mereka berhadapan dengan China di semifinal.

Gelar yang diraihnya selama ini sebagai juara ganda putri pada : Vietnam International 2013 besama Narissapat Lam, Smiling Fish International 2013 bersama Narissapat Lam, Polish Open 2016 bersama Sapsiree Taerattanachai, Thailand Terbuka 2016 bersama Sapsiree Taerattanachai, KaBaL International 2018 bersama Supissara Paewsampran, dan Thailand Master 2019 super 300 bersama Sapsiree Taerattanachai.

Supajirakul menempati peringkat tertinggi ranking 9 (WD 22 June 2017) dan ranking 34 (XD 27 November 2014). Sementara itu peringkatnya saat ini ranking 20 (WD) dan 353 (XD) update (17 Maret 2020). Selain prestasi Supajirakul di lapangan, paras cantik  pebulu tangkis Thailand itu telah mencuri perhatian para penggemar bulu tangkis. Supajirakul cukup aktif di media sosial engan membagikan beberapa foto selfie di Instagram. Beberapa momen berlibur juga ia bagikan kepada 50 ribu lebih pengikutnya itu. 

Profil Rawinda Prajongjai | Jongkolphan Kititharakul

Biografi Rawinda Prajongjai dan Jongkolphan KititharakulRawinda Prajongjai (รวินดา ประจงใจ) yang lahir di Bangkok, Thailand, 29 Juni 1993; umur 28 tahun adalah pemain bulu tangkis putri Thailand. Dia adalah bagian dari tim nasional putri yang meraih medali emas di Asian Games 2015, 2017 dan 2019, juga memenangkan gelar ganda putri pada tahun 2017. Memulai karirnya sebagai pemain tunggal, dia memenangkan gelar internasional pertamanya di turnamen Internasional Smiling Fish 2013. Dia kemudian fokus bermain di nomor ganda, dan memenangkan turnamen Grand Prix pertamanya di Vietnam Open 2015 bersama dengan Jongkolphan Kititharakul. 

Dalam akun Instagram miliknya @rawinda.p, dirinya sering memamerkan foto dan video kesehariannya. Selain beragam prestasi yang berhasil diraihnya, senyum manis Rawinda Prajongjai dengan sederetan gigi yang rapi, menjadi salah satu daya tariknya. Tidak mengherankan jika pengikutnya di Instagram mencapai 34 ribu. Penggemarnya pun tidak hanya dari Thailand, namun dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan penggemarnya di Indonesia juga membuat akun Instagram @rawindaindonesiafans, sebagai bentuk dukungan.

Rekannya Jongkolphan Kititharakul (จงกลพรรณ กิติธรากุล) yang lahir di Chiang Mai, 1 Maret 1993 umur 28 tahun adalah pemain bulu tangkis putri Thailand spesialis nomor ganda. Bersama Rawinda Prajongjai, dia merupakan peraih medali emas pada nomor ganda putri pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017, juga bagian dari tim yang merebut medali emas beregu putri pada tahun 2015, 2017 dan 2019. Jongkolphan yang memiliki paras menawan dengan tinggi badan 171 cm ini mewakili Thailand pada Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo bersama Rawinda Prajongjai.

Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai berhasil meraih titel kampiun pada Chinese Taipei Open 2019. Mereka sempat mengalami tahun yang sulit dan sempat bingung dengan style atau tipe permainan mereka. Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai merengkuh titel kampiun pada Chinese Taipei Open 2019 pada Minggu (8/9/2019). Gelar juara yang diraih ganda putri Thailand tersebut tidak didapat melalui kemenangan yang mudah. Dalam perjalanan menuju laga puncak Chinese Taipei Open 2019, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai harus bekerja keras. Salah satu lawan berat yang mereka taklukkan adalah unggulan teratas ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di semifinal. 

Di Thailand Terbuka 2021, Ganda putri unggulan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai berhasil memenangi pertarungan panjang melawan pasangan Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong di laga semifinal Thailand Terbuka 2021. Mereka menghadapi Greys/Apri di final yang juga menyingkirkan pasangan Korea Selatan lainnya, Lee So Hee/Shin Seung Chan. Hasil Thailand Terbuka 2020 Super 1000 Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai akhirnya harus mengakui keunggulan Greysia Polii/Apriyani Rahayu 15–21, 12–21 dan menjadi pemenang kedua.

Pasangan ganda putri Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai kembali bertemu pasangan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada laga semifinal Indonesia Open 2021 pada Sabtu (27/11/2021) di Bali. Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai kembali harus mengakui keunggulan Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada laga tersebut.

Phittayaporn Chaiwan - Penerus Ratchanok Intanon

Biografi Phittayaporn Chaiwan Adik Ratchanok IntanonPhittayaporn Chaiwan ( Thai : พิทยา ภร ณ์ ไชย วรรณ ; lahir 21 Februari 2001) adalah pemain bulutangkis tunggal putri Thailand yang sebelumnya dikenal sebagai Pattarasuda Chaiwan ( Thai : ไชยวรรณ ), ia telah menunjukkan bakatnya sebagai pemain bulu tangkis di turnamen junior event. Dia mengubah namanya setelah mengunjungi kuil untuk berdoa agar karir bulu tangkisnya lebih cerah. Ia dinobatkan sebagai juara di turnamen Grand Prix junior India 2017 dan Jerman 2018, juga menduduki nomor 1 putri di Peringkat Junior Dunia BWF.

Lahir di Provinsi Lampang, Chaiwan adalah peraih medali perak di Kejuaraan Junior Asia 2017, di mana ia sebelumnya memenangkan Kejuaraan Junior U-15 pada tahun 2015, dan U-17 pada tahun 2016. Ia adalah bagian dari tim nasional yang menang peraih medali emas SEA Games 2017 beregu putri. Dia mewakili negaranya di Olimpiade Pemuda Musim Panas 2018 di Buenos Aires, Argentina, memenangkan medali perunggu di acara tunggal putri.

Wajahnya mengingatkan pada pebulu tangkis putri unggulan Thailand Ratchanok Intanon. Ternyata, bukan hanya wajahnya yang mirip. Kemampuan bermain bulu tangkis Pattarasuda Chaiwan membuatnya digadang-gadang sebagai penerus Intanon yang membuatnya merasa bangga disebut sebagai "The Next Ratcanok Intanon", atlet yang berhasil menorehkan rekor sebagai pemain termuda peraih gelar Juara Dunia 2013. Chaiwan memang mengidolakan Intanon dan keduanya berasal dari klub yang sama, The House of Golden Teardrops. Mereka bahkan pernah berbagi kamar. 

Chaiwan sudah mencuri perhatian saat ia pertama kali turun di Kejuaraan Asia Junior 2013. Sebagai pemain termuda saat itu, ia dan rekannya Nipornram Pacharapol berhasil memboyong medali perak pada nomor ganda campuran.Kemampuannya di  lapangan semakin menjanjikan. Tidak tanggung-tanggung, Chaiwan merebut medali emas di dua nomor, tunggal putri dan ganda campuran pada Kejuaraan Asia Junior 2014. Perempuan berambut panjang itu memang bermain di dua nomor meski lebih suka bermain tunggal walau lebih susah.

Ratchanok Intanon Cedera di Piala Uber Cup 2020

Biografi Ratchanok Intanon Cedera di Piala Uber Cup 2020Tim Piala Uber Indonesia mengalami kekalahan atas Thailand 3 2 pada laga perempat final Uber Cup 2020. Walau tanpa kehadiran Ratchanok Intanon, Indonesia belum mampu mengimbangi kekuatan para pemain tunggal putri Thailand. Namun tidak tampilnya ratu bulutangkis thailand hingga babak perempat final menjadi pertanyaan. Dikabarkan pemain bulu tangkis Negeri Gajah Putih itu belum siap turun lantaran kondisinya yang belum siap tempur. Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab setelah tampilnya Ratchanok Intanon pada laga semi final Thailand melawan China pada Sabtu, (16/10/2021) dini hari waktu indonesia.

Namun sayang, di laga semi final tim Thailand harus mengakui tim kuat China yang sukses mengamankan tempat di partai puncak kejuaraan beregu putri Piala Uber 2020. Pada babak empat besar tersebut China berhasil mengalahkan Thailand dengan skor telak 3 0. Di partai pertama tunggal putri, juara dunia Ratchanok Intanon mundur ditengah pertandingan karena cedera dalam kedudukan 5 2 untuk keunggulan Chen Yufei. Juara Olimpiade Tokyo Chen Yufei tak harus bersusah payah untuk menyumbang poin bagi tim Uber China di pertandingannya yang hanya berjalan 2 menit. Hasil ini merupakan pukulan bagi tim Uber Thailand karena Intanon baru saja diturunkan di laga semi final ini. 

Setelah ketidak hadirannya di Piala Sudirman 2021, Intanon baru bertolak ke Denmark sekitar 10 Oktober lalu. Ternyata dia selama ini sedang fokus mengurus Ibunya yang baru saja meninggal beberapa waktu lalu. Kini dia tampil di semi final piala uber setelah berjuang melawan rasa sedih dan duka mendalam akibat meninggalnya sang ibu. Intanon bahkan menuliskan di Instagram Story-nya beberapa hari lalu terkait kemungkinan berkiprah di Uber Cup 2021. "Semoga saya berhasil dan ibu saya akan selalu berada bersama saya kemanapun saya pergi," tulisnya waktu itu.

Sebelumnya pada 21 Agustus lalu, Ratchanok Intanon sempat memutuskan untuk mundur dari Piala Sudirman dan Piala Uber. Keputusan itu diambil setelah ibu Intanon tiba-tiba meninggal karena gagal jantung akut pada 19 Agustus lalu. Ketika masih berduka karena kehilangan mendiang ibunya, Ratchanok Intanon harus mendapati kenyataan pahit lantaran ayahnya harus dirawat di rumah sakit. Ayah Ratchanok Intanon didiagnosis menderita pneumonia koroner baru dan kini harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Meskipun Intanon mengatakan kepada pelatihnya bahwa dia akan tetap bermain untuk ibunya, sang pelatih memutuskan untuk memberi tahu Asosiasi Bulutangkis Thailand bahwa Intanon sebaiknya mundur. Pelatih Ratchanok Intanon sangat bersimpati dengan masa-masa sulit yang harus dilalui Ratchanok Intanon. Oleh sebab itu sang pelatih tidak ingin Intanon terburu-buru kembali bertanding ke lapangan di tengah masa duka ini. 

Sapsiree Taerattanachai Pemain Badminton Thailand

Biografi Sapsiree Taerattanachai - Pemain Bulu Tangkis ThailandSapsiree Taerattanachai ทรัพย์ สิรี แต้ รัตน ชัย adalah pemain bulu tangkis Thailand dan lulusan dari Universitas Chulalongkorn. Dia berkompetisi di Asian Games 2014 dan Olimpiade 2016. Pada tahun 2009, ia menjadi semifinalis ganda putri di Kejuaraan Junior Dunia, dan tahun berikutnya, ia menjadi runner-up di Kejuaraan Junior Asia. Dia memenangkan emas di Youth Olympic Games di Singapura. Pada tahun 2014, Sapsiree menjadi pemain pertama yang menjadi finalis Emas Grand Prix di ketiga disiplin. Ia memenangkan gelar ganda putri di Grand Prix Emas India Terbuka 2012, kemudian gelar tunggal putri di Grand Prix Emas AS Terbuka 2013, kemudian menjadi runner-up di Grand Prix Emas AS Terbuka 2014. Dengan kemenangan ganda campurannya di Swiss Open Grand Prix Gold 2017, dia bermain lebih baik dan menjadi pemain pertama yang memenangkan gelar Grand Prix Gold di ketiga disiplin. 

Di ganda putri Sapsiree Taerattanachai berpsangan dengan Puttita Supajirakul พุ ธิ ตา สุภ จิร กุล lahir 29 Maret 1996 adalah pemain bulu tangkis Thailand yang berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Dia adalah bagian dari tim peraih medali emas Thailand di Asian Games 2015, 2017 dan 2019 di acara beregu putri. Dia juga juara ganda putri di Thailand Terbuka 2016. Sementara itu Di ganda campuran Sapsiree Taerattanachai berpsangan dengan Dechapol Puavaranukroh เดชา พล พัว ว รา นุ เคราะห์ ; lahir 20 Mei 1997 adalah pemain bulu tangkis Thailand. Dia adalah peraih medali emas di Kejuaraan Junior Dunia BWF 2014 di acara ganda putra bersama rekannya Kittinupong Kedren. Puavaranukroh meraih gelar ganda di Asian Games Tenggara 2017 dengan memenangkan medali emas di ganda putra bersama Kedren dan di ganda campuran bersama Sapsiree Taerattanachai. Bersama Taerattanachai, ia berhasil meraih medali perak di Kejuaraan Dunia 2019.

Sapsiree Taerattanachai pernah mengalami cedera serius di lutut kirinya. Sapsiree, yang berpasangan dengan Puttita Supajirakul, dihantam cedera saat melakoni laga final ganda putri melawan kompatriotnya, Jongkolphan Kititharakul /Rawinda Prajongjai. Di atas kertas, Sapsiree/Puttita kemungkinan keluar sebagai pemenang karena lebih diunggulkan. Andai saat itu mereka menang, maka Sapsiree bakal mengalungkan medali emasnya yang ketiga. Dua medali emas sudah ia raih lebih dulu dari nomor beregu putri, dan ganda campuran bersama Dechapol Puavaranukroh. Namun, petaka terjadi. Pada set kedua, ia melakukan lompatan untuk mengembalikan bola tinggi dari Rawinda. Tak dinyana, ia salah mendarat. Pendaratan error itu membuatnya jatuh berdebum di lantai. Ia langsung meringis kesakitan dan membuat tim medis harus merangsek masuk arena pertandingan. Merasa masih sanggup, Sapsiree dengan wajah menahan sakit dan langkah tertatih berusaha bangkit dan melanjutkan permainan. Namun, kondisi lututnya berkata lain. Tak sampai satu menit, Sapsiree mengangkat tangannya ke arah wasit. Gadis tomboy itu menyatakan retired atau mundur dari pertandingan.

Panipak Wongpattanakit - Medali Emas Thailand

Biografi Panipak Wongpattanakit - Medali Emas ThailandPanipak Wongpattanakit ( วงศ์พัฒนกิจ ) yang lahir 8 Agustus 1997 adalah seorang atlet Taekwondo Thailand. Dia saat ini menduduki peringkat sebagai praktisi taekwondo nomor 1 di dunia. Panipak menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Taekwondo 2015 dengan merebut medali emas di nomor 46kg yang juga merupakan gelar juara dunia pertamanya. Dia mengklaim medali perunggu di Olimpiade Musim Panas 2016 di kelas –49 kg selama penampilan perdananya di Olimpiade untuk Thailand. Dia hampir berhenti taekwondo setelah frustrasi kehilangan kesempatan untuk mengklaim medali emas di Olimpiade Musim Panas 2016 dan mengambil istirahat sejenak dari olahraga selama sekitar dua bulan.

Dia mengklaim medali perunggu dalam acara kelas terbang wanita di Kejuaraan Taekwondo Dunia 2017. Ia merebut medali emas Asian Games pertamanya pada Asian Games 2018 di nomor 49kg putri . Dia memenangkan medali emas dalam acara kelas terbang wanita selama Kejuaraan Taekwondo Dunia 2019. Dia dianugerahi Atlet Wanita Tahun Ini oleh Taekwondo Dunia selama Penghargaan Gala Taekwondo Dunia 2019. Ia juga mewakili Thailand di Olimpiade Musim Panas 2020 dan meraih medali emas di nomor 49kg putri. Ini juga akhirnya menjadi kemenangan medali emas Olimpiade pertama untuk Thailand di taekwondo dan Panipak mengklaim medali emas pertama Thailand di Olimpiade Musim Panas 2020.

Atlet taekwondo asal Thailand, Panipak Wongpattanakit, berhasil menyabet emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam kategori wanita 49 kilogram. Panipak berhasil mengalahkan Adriana Cerezo Iglesias dari Spanyol dengan skor 11-10 pada 24 Juli. Ketika dia pulang ke Thailand membawa medali emas olimpiade, dia disambut bak pahlawan setibanya di bandara Phuket. Ayah Panipak, Sirichai, juga hadir di sana menyambutnya sebagaimana dilansir World of Buzz, Jumat (30/7/2021). Setelah menyabet medali emas dalam pesta olahraga terbesar di dunia tersebut, Panipak diganjar hadiah senilai 19 juta baht (Rp 8,3 miliar).

Ketika Panipak melihat ayahnya, dia segera mengambil medali emasnya, menggenggamnya, dan akhirnya bersujud di depan kaki sang ayah. Sambil bersujud, Panipak menyerahkan medalinya kepada ayahnya. Sang ayah akhirnya menerima medali tersebut dan mengangkatnya. Dia lantas mengalungkan medali emas milik putrinya tersebut ke lehernya lalu mengangkat tinjunya ke atas. Orang-orang yang hadir di sekitar bandara tersebut langsung riuh bersorak dan bertepuk tangan. Ketika Panipak berdiri, ayahnya mengembalikan medali itu kepada pemiliknya yang sah. Kepada Bangkok Post, Panipak mengungkapkan kegembiraannya disambut banyak orang ketika tiba di tanah air.

Profil Para Pemain Bulu Tangkis Cantik dari Thailand

Biografi Profil Singkat Para Pemain Bulu Tangkis Cantik ThailandRexy Mainaky resmi melatih tim nasional bulu tangkis Thailand sejak akhir tahun 2016. Perkembangan bulu tangkis Negeri Gajah Putih tersebut sudah cukup menunjukkan hasil saat timnya menjadi juara umum di SEA Games 2017. Empat medali emas dari nomor beregu putri, ganda putri, ganda campuran, dan ganda putra. Beberapa bulan berikutnya di Bitburger Terbuka 2017, Nitchaon Jindapol (tunggal putri), serta pasangan ganda putri Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai meraih gelar juara di sana. Tiga nama yang sama kemudian kembali mengangkat trofi di Thailand Masters 2018, ditambah pasangan ganda putra Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash. Jongkolphan/Rawinda bahkan berhasil menembus ranking 10 besar dunia. Berikut Beberapa Pemain Bulu Tangkis Putri Thailand :

1. Ratchanok Intanon (bahasa Thai: รัชนก อินทนนท์; lahir 5 Februari 1995; umur 25 tahun) adalah seorang pemain Badminton putri asal Thailand. Ia saat ini memegang gelar juara dunia tahun 2013 sektor tunggal putri, sekaligus mencatatkan sejarah dengan menjadi pemain termuda yang menjadi juara dunia.

2. Nitchaon Jindapol ( Thai : ณิ ช ชา อร จินดา พล ; lahir 31 Maret 1991) adalah pemain tunggal putri bulu tangkis profesional Thailand. Ia adalah anggota timnas putri yang menjadi runner-up Asian Games 2010. Dia lulus di Universitas Sripatum dengan gelar Sarjana Administrasi Bisnis.

3. Busanan Ongbamrungphan (Bahasa Thai: บุศนันท์ อึ๊งบำรุงพันธ์; lahir 22 Maret 1996) adalah pemain bulu tangkis berkewarganegaraan Thailand spesialis nomor tunggal putri. Ia telah berpartisipasi 2 kali pada Pesta Olahraga Asia. Yaitu pada Pesta Olahraga Asia 2014 di Incheon, Korea Selatan dan Pesta Olahraga Asia 2018 di Jakarta-Palembang, Indonesia.

4. Pornpawee Chochuwong ( Thai : พร ป วี ร์ ช่อ ชู วงศ์ ; lahir 22 Januari 1998) adalah pemain bulu tangkis Thailand. Di turnamen Spanyol Masters 2020 tunggal putri unggulan pertama sekaligus pemain tuan rumah, Carolina Marin, takluk dari tunggal putri Thailand, Pornpawee Chochuwong yang merupakan pemain peringkat 20 dunia dan menempati unggulan keenam pada ajang Spanyol Masters 2020. 

5. Benyapa Aimsaard ( Thai : เบญญา ภา เอี่ยม ส อาด ; lahir 29 Agustus 2002) adalah pemain bulu tangkis Thailand. Aimsaard dididik di Sekolah Demonstrasi Universitas Bansomdejchaopraya Rajabhat. Ia memasuki sirkuit internasional pada tahun 2015, di usia yang sangat muda, 13 tahun. Di usianya yang ke-15, ia sudah mampu bertanding di turnamen internasional senior, dengan menjadi finalis Lao International Series 2017. Dia juga bermain ganda bersama saudaranya Nuntakarn Aimsaard.

6. Phittayaporn Chaiwan พิทยาภรณ์ ไชยวรรณ lahir 21 February 2001 adalah pemain bulu tangkis Thailand. Sebelumnya dikenal sebagai Pattarasuda Chaiwan, ia telah menunjukkan bakatnya sebagai pemain bulutangkis di turnamen junior. Dia mengubah namanya setelah mengunjungi kuil untuk berdoa agar karier bulutangkisnya lebih cerah.

7. Puttita Supajirakul พุธิตา สุภจิรกุล lahir 29 March 1996 adalah pemain bulu tangkis Thailand yang berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Dia adalah bagian dari tim pemenang medali emas Thailand di Asian Games 2015, 2017 dan 2019 Tenggara di acara tim putri. Dia juga juara ganda putri di Thailand Open 2016.

8. Sapsiree Taerattanachai ทรัพย์สิรี แต้รัตนชัย lahir 18 April 1992 adalah pemain bulu tangkis Thailand yang berkompetisi di Asian Games 2014 dan Olimpiade 2016. Pada 2009, ia adalah semi finalis ganda putri di Kejuaraan Junior Dunia, dan pada tahun berikutnya, ia menjadi runner-up di Kejuaraan Junior Asia.

9. Jongkolphan Kititharakul (bahasa Thai: จงกลพรรณ กิติธรากุล; lahir 1 Maret 1993; umur 27 tahun) adalah pemain bulu tangkis putri berkewarganegaraan Thailand spesialis nomor ganda. Ia merupakan peraih medali emas pada nomor ganda putri pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017.

10. Rawinda Prajongjai (bahasa Thai: รวินดา ประจงใจ; lahir di Bangkok, Thailand, 29 Juni 1993; umur 27 tahun) adalah pemain bulu tangkis putri berkewarganegaraan Thailand. Ia diproyeksikan akan mewakili Thailand pada Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo bersama Jongkolphan Kititharakul.

Benyapa Aimsaard - Pemain Bulutangkis dari Thailand

Biografi Benyapa Aimsaard - Pemain Bulutangkis ThailandBenyapa Aimsaard เบญญาภา เอี่ยมสอาด lahir pada 19 Agustus 2002. Ia mulai meniti karir sebagai seorang atlet bulu tangkis sejak usia 13 tahun. Kala itu, Benyapa mewakili Thailand dalam ajang Asian Juniors U-15 tahun 2015. Penampilan gemilang yang ia torehkan mampu membuat dirinya meraih medali perak di sektor ganda campuran. Benyapa Aimsaard menjadi nama pemain muda yang diprediksi akan menjadi permata baru bagi bulu tangkis Thailand pada masa mendatang. 

Pemain berusia 17 tahun tersebut saat ini tengah bekerja keras untuk mewujudkan impiannya bisa bersaing di kancah dunia. Ia telah menjadi bintang muda yang namanya sedang naik daun di pentas Asia setelah berhasil tampil ciamik dalam turnamen yang ia ikuti. Dia jelas telah memulai dengan baik ketika dia memberanikan diri tampil di banyak turnamen. Sehingga berbagai pengalaman yang telah ia dapatkan membuat penampilannya semakin matang. 

Dalam beberapa tahun setelahnya, ia akhirnya membuat debut seniornya bersama tim Thailand di Laos. Benyapa yang mampu bermain di sektor tunggal, ganda, maupun ganda campuran adalah bagian dari tim pemenang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia di Cina beberapa waktu lalu. Di samping itu, Benyapa juga mampu tampil baik di sektor tunggal kala itu saat berhasil mengalahkan Zhou Meng (China) di partai semifinal. Benyapa bersama Peeraya Khantaruangsakul mampu memenangkan pertandingan mereka di partai final bersama tim campuran Thailand. 

Keduanya berhasil membawa negaranya mengalahkan Indonesia di partai puncak, alhasil gelar itu menjadi yang pertama kali bagi tim Negeri Gajah Putih. Semangat bertarung yang luar biasa yang kerap ditunjukkan Benyapa membuat dirinya terlihat berhasil merengkuh hasil positif dalam beberapa turnamen yang ia ikuti. Penampilan ciamiknya dalam ajang Badminton Asia Junior diyakini akan menginspirasi dirinya untuk tampil makin baik pada sisa tahun ini. Sebagaimana dirinya ketika berhasil mencapai babak semifinal Hyderabad Open, ia akan bermain di sektor ganda dalam ajang India Junior Internasional nantinya. 

 Benyapa sendiri tercatat telah mengikuti beberapa turnamen pada tahun ini, hanya saja pandemi Covid-19 telah mengganggu agendanya. Seperti para pebulu tangkis lainnya, dia terpaksa harus menunggu kompetisi untuk melanjutkan impian yang ingin diraihnya. Sosok Benyapa menjadi pemain yang memiliki kemampuan untuk bisa melangkah semakin jauh dengan bakat yang ia miliki. Di tahun-tahun mendatang, pengalaman yang ia miliki dinilai akan mampu membuat permainan dan mentalitasnya semakin matang. Alhasil, Benyapa akan mampu menjelma sebagai salah satu sosok permata baru bulu tangkis Thailand pada masa mendatang.

Kaveya Nakhopas - Atlet Pelari Cantik Thailand

Biografi Profil Biodata Kaveya Nakhopas Atlet Pelari Cantik Thailand NahmfahKaveya Nakhopas adalah atlet lari asal Thailand yang paras cantiknya menjadi viral di media sosial lantaran memiliki wajah seperti boneka Barbie.

Kaveya yang tergabung dengan tim Aurora yang berisikan sejumlah atlet lari cantik lainnnya untuk menjalankan kampanye di berbagai acara lari demi menginspirasi semua orang untuk berolahraga.

Kaveya menjadi atlet lari termuda di tim Aurora tersebut ternyata memiliki profesi lain dalam kehidupannya yakni menjadi seorang manajer di sebuah kedai kopi di Chiang Mai, Thailand.

Meski baru serius menggeluti dunia lari pada 2018 lalu, Kaveya memiliki statistik lari yang cukup impresif, yakni 10 kilometer dengan catatan waktu 59,39 detik. Ia juga memiliki cita-cita bisa mengikuti kompetisi Ultra Marathon.

Miranda Nild Pemain Sepak Bola dari Thailand

Biografi Miranda Nild Dihibur Alex MorganMiranda Nild juga dikenal sebagai Suchawadee Nildhamrong (Thailand: สุ ชาว ดี นิล ธำ รงค์; lahir 1 April 1997), adalah pemain sepak bola Thailand kelahiran Amerika yang bermain sebagai pemain depan untuk tim nasional sepak bola wanita Thailand. Nild adalah putri Selmaand Jerry Nild dan saudara perempuannya untuk saudara lelakinya Wesley. Dia bersekolah di SMA Lembah Castro di Bukit Castro, California. Di sana, ia bermain sepak bola di bawah kepala pelatih Paul McCallion dan merupakan anggota tim emas Varsity selama tahun pertamanya dan tahun kedua. Pada 2013, Nild memimpin timnya dengan 31 gol dan 9 assist, membantunya menerima pilihan Tim Pertama All-East Bay. Pada tahun 2014, ia memimpin timnya dengan 38 gol, membantunya menerima pemilihan Tim Utama All-East Bay dan pemilihan Tim Pertama All-WACC Foothill Division. Nild juga bermain sepak bola klub di bawah Patrick Uriz dengan Mustang Soccer dan merupakan anggota tim ODP Negara 2010.

Nild bergabung dengan California Golden Bears pada 2015, mengambil jurusan Studi Amerika. Sebagai mahasiswa baru, ia membuat 18 penampilan dari total 22 kontes. Dia melakukan dua permulaan pertama dalam karirnya dalam permainan jalanan back-to-back versus California Polytechnic State University dan versus University of Colorado Boulder. Nild mencetak gol perguruan tinggi pertamanya dalam kemenangan 2-0 melawan San Francisco pada 18 September 2015. Selama tahun keduanya, Nild bermain di semua 21 pertandingan, memulai semua kecuali 2. Dia mencetak dua gol di musim ini dalam rentang 4 pertandingan, dimulai dengan gol di Texas Tech University dan berakhir dengan yang lain versus The University of California, Davis. Ia dinobatkan sebagai sebutan terhormat Pac-12 All-Academic. Sebagai seorang junior, ia membuat total 17 penampilan, membuat 14 dimulai. Nild memimpin tim dengan tujuh gol, termasuk tiga pemenang pertandingan, dan satu assist, dengan total 15 poin. Dia mencetak gol dalam 4 pertandingan berturut-turut yang dimulai dari 27 Agustus hingga 15 September, menjadikannya sebagai pencetak gol terpanjang oleh Golden Bear sejak musim 2014. Nild mencatat bantuan perguruan tinggi pertamanya pada equalizer Abi Kim pada menit ke-80 versus Santa Clara University. Dia mencetak satu-satunya gol Golden Bears di Turnamen NCAA versus Universitas Santa Clara. Nild terpilih sebagai MVP ofensif tim untuk musim ini. Sebagai senior, ia membuat 17 penampilan, memulai semua kecuali 1. Nild mencatat 3 gol dan 3 assist.

Biografi Miranda Nild Dihibur Alex MorganNild memiliki ayah Thailand dan ibu Amerika. Pada April 2017, ia menerima panggilan senior pertamanya untuk Thailand. Pada 3 April, ia mencetak gol pada debutnya dalam kemenangan 6-0 melawan Palestina. Pada bulan Maret 2018, ia masuk dalam skuad untuk Piala Asia Wanita 2018 AFC. Dia mencetak dua gol dalam kemenangan 6-1 atas Jordan pada 9 April dan memainkan peran dalam ketiga gol melawan Filipina pada 12 April. Thailand, dengan satu kekalahan dan dua kemenangan, berada di urutan kedua dalam grup dan lolos ke FIFA Wanita 2019 Piala Dunia. [18] Pada Juni 2018, ia terpilih sebagai anggota tim untuk Kejuaraan Wanita AFF 2018. Pada tanggal 4 Juli, ia membuat penampilan pertamanya di turnamen, mencetak empat gol dalam kemenangan 11-0 melawan Kamboja. Dia menyelesaikan turnamen dengan enam gol dalam 5 penampilan, membantu Thailand mengklaim gelar AFF ketiga berturut-turut. Pada Agustus 2018, ia masuk dalam skuad untuk Asian Games 2018. Dia membuat dua penampilan di turnamen, mencetak gol saat kalah 3-2 dari Vietnam. [24] Pada bulan Februari 2019, ia disebutkan dalam skuad untuk Piala Wanita Siprus 2019. [25] Dia menyelesaikan turnamen dengan satu gol dalam empat penampilan.