• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Wushu. Show all posts
Showing posts with label Wushu. Show all posts

Profil Junita Malau Atlet Wushu SEA Games 2022

Biografi Profil Junita Malau Atlet Wushu SEA Games 2022 Rosalina SimanjuntakJunita Malau kelahiran Kota Pematangsiantar tahun 1991 atlet wushu Sumatra Utara. Junita merupakan alumni SMA GBKP Kabanjahe, Kabupaten Karo dan meneruskan pendidikan ke Universitas Negeri Medan (Unimed). Dia atlet wushu boru Batak meraih medali emas bagi Indonesia di final SEA Games 2021 di Vietnam, bertanding di kelas 48 kg pada minggu, 15 Mei 2022. Junita merupakan runner up Kejuaraan Dunia Wushu nomor Sanda di Istora Senayan Jakarta pada November 2014 dan peraih emas di PON Papua 2021.

Cabang olahraga (cabor) Wushu kembali menyumbang pundi-pundi medali bagi Indonesia di SEA Games 2021. Kali ini datang dari nomor sanda putri 48 kilogram. Junita Malau berhasil menambah koleksi medali emas Indonesia menjadi 17 keping usai menang di nomor sanda Wushu. Bermain di Ciao Giay Gynamsium, Hanoi pada Minggu (15/5/2022), Junita Malau menaklukan kontingen tuan rumah Vietnam, Nguyen Thi Cin. Sebelumnya, Junita Malau berhasil melaju ke babak final usai mengalahkan wakil Thailand, Jantakarn Manoban.

Junita Malau sendiri tampil gahar. Ia berhasil membungkam Nguyen Thi Cin. Alhasil, satu medali emas pun berhasil dipersembahkan. Sementara itu, rekan Junita Malau yang lain, hanya mampu meraih medali perak. Di nomor sanda putra 70 kilogram, Puja Riyaya dipaksa menyerah oleh wakil Vietnam lainnya, Van Tai Nguyen. Sementara di nomor sanda putri 52 kilogram, Rosalina Simanjuntak ditaklukkan wakil Vietnam lain, Thi Phuong Nga Ngo. Di nomor sanda putri 56 kilogram, Melisa Try Andani dikalahkan wakil Vietnam lain, Thu Thuy Nguyen.

Sementara itu Rosalina Simanjuntak atau Ocha gadis kelahiran Oktober 1996 di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara merupakan atlet asal Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Ocha mengecap pendidikan SMA di Pematangsiantar dan melanjutkan kuliah di Unimed Medan. Ocha akan berlaga di kelas Women`s Sanda kelas 52 kg. Ocha juga merupakan atlet berprestasi. Teranyar meraih emas Wushu Sanda 52 kg di PON Papua 2021 lalu.

Di SEA Games di Filipina tahun 2019, Ocha meraih perunggu di cabang olahraga Wushu Sanda kelas 48 kg. Karier Ocha terbilang bersinar. Pernah menjuarai lima kejuaraan wushu internasional di kelas 48 kg. Medali perak dalam ajang internasional di Macau, medali perak di Guangzhou, medali emas di Rusia, medali emas dalam ajang internasional di Myanmar dan dan perunggu SEA Games 2019 di Filipina.

Lindswell Kwok - Atlet Wushu asal Indonesia

Profil Biodata Lindswell Kwok - Berhijab Agama Islam MualafLindswell Kwok (lahir di Medan, 24 September 1991; umur 25 tahun) adalah seorang atlet wushu indonesia yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Lindswell telah mencatat berbagai prestasi saat mewakili Sumatera Utara dan Indonesia sebagai atlet muda wushu di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Di ajang nasional, Lindswell meraih medali perak mewakili Sumatera Utara pada PON XVII di Kalimantan Timur, 2008. Di tingkat Kejurnas Junior, Lindswell meraih medali perak pada tahun 2005 dan memperbaiki prestasinya dengan meraih medali emas pada event yang sama pada tahun berikutnya. Di bulan Agustus pada tahun 2006, Lindswell mewakili Indonesia di ajang World Junior Wushu Championships I [WJWC], sebuah kompetisi wushu internasional di level junior [15- under 18].

Profil Biodata Lindswell Kwok - Berhijab Agama Islam MualafKompetisi ini diadakan oleh International Wushu Federation [IWUF] dan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Yang diselenggarakan oleh IWUF. Dalam ajang tersebut, Lindswell berhasil meraih medali perunggu. Dua tahun berikutnya , 2008 , Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah World Junior Wushu Championships II [WJWC] yang diselenggarakan di Bali. Lindswell berhasil meraih medali emas. Pada tahun 2009, Lindswell kembali mewakili Indonesia di ajang World Wushu Championships (WWC) di Ontario , Kanada. Lindwell meraih medali emas satu-satunya bagi Indonesia. Di nomor taijiquan Lindswell meraih medali emas dengan menggungguli Ai Miyoka (Jepang) yang meraih medali perak dan Wen Chingni (Taiwan) yang meraih medali perunggu.

Profil Biodata Lindswell Kwok - Berhijab Agama Islam MualafSementara di nomor taijijian, giliran Wen Chingni meraih medali emas . Ng Shin Yi (Malaysia) menduduki tempat kedua dan meraih medali perak. Lindswell dinomor ini meraih posisi ketiga meraih medali perunggu. Atas pencapaian Lindswell ini tim (Indonesia) meraih posisi ke sembilan dengan satu medali emas, satu medali perak dan lima medali perunggu. Lindswell memberikan kontribusi satu medali emas dan satu medali perunggu. Di ajang regional , SEA Games Laos 2009, Lindswell hanya meraih medali perak di nomor Taijiquan saat kalah point dari atlet Malaysia, Chai Fongying. Di ajang Asian Games 2010 China, Lindswell gagal meraih target medali emas.Lindswell termasuk program “Ayo Indonesia” sebagai salah satu atlet muda berprestasi.

Sun Pei Yuan - Atlet Wushu Peraih Medali Emas

Biografi Profil Biodata Sun Peiyuan - Medali Emas Pertama Asian Games 2018Sun Peiyuan (29 tahun) adalah atlet Wushu China menjadi atlet pertama yang meraih medali emas di Asian Games, Minggu (19/8). Sun berhasil mendapat nilai 9,75 dan memenangkan medali emas untuk kategori putra changquan olahraga tradisional China itu. Sun mengandaskan upaya Indonesia memenangkan emas pertama dengan mengalahkan atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo. Marvelo menempati urutan kedua dengan medali perak. China meraih 151 medali emas pada Asian Games 2014 di Incheon, hampir dua kali lipat dari total medali emas yang diperoleh tuan rumah Korea Selatan. China berhasil mempertahankan rekor juara di setiap Asian Games sejak 1982.

Sun Peiyuan memenangkan medali emas pertama dari Asian Games ke - 18 di Wushu untuk memberi kekuatan kepada China sebagai awal yang sempurna untuk kampanye mereka pada hari Minggu (19 Agustus). Pemain berusia 29 tahun itu merebut emas changquan pria dengan 9,75 poin setelah tampil mengesankan dengan gerakan akrobatiknya di Jakarta International Expo di Kemayoran dalam olahraga yang dikembangkan dari seni bela diri Tiongkok kuno. Indonesia juga membuka dengan Edgar Marvelo (9,72) yang mengklaim perak menjelang Tsai Tse-min (9,70) dari China Taipei. Ini adalah kembalinya bahagia ke Indonesia untuk Sun, yang memenangkan emas Kejuaraan Dunia Changquan 2015 di Jakarta, setahun setelah mengklaim emas daoshu di Asian Games Incheon empat tahun lalu. Cina adalah pemimpin yang tak terbantahkan dalam wushu, setelah memenangkan 12 dari 15 gelar dunia, termasuk empat terakhir. Mereka memenangkan 12 medali wushu, termasuk 10 emas, di Incheon yang merupakan rekor untuk komite Olimpiade nasional tunggal. #Lihat pula : Marvelo Edgar Xavier - Medali Pertama Indonesia

Marvelo Edgar Xavier - Atlet Wushu Indonesia

Biografi Marvelo Edgar Xavier - Medali Perak Pertama IndonesiaMarvelo Edgar Xavier yang lahir di Jakarta, 16 Desember 1998 adalah Peraih Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2018. Edgar Xavier mencatatkan prestasi dengan meraih medali pertama untuk Kontingen Indonesia dari cabang wushu Asian Games 2018. Edgar meraih medali perak pada nomor Changquan Putra di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (19/8/2018). Marcelo mencatat 9,72 poin atau terpaut 0,3 poin dari peraih medali emas pewushu asal China, Sun Peiyuan dengan 9,75 poin.

Edgar terlihat meneteskan air mata karena tidak bisa membendung kebahagiaan. Edgar menitip pesan buat seluruh atlet Indonesia untuk tampil semaksimal mungkin di Asian Games 2018. Dia ingin seluruh atlet yang menghuni kontingen Merah-Putih juga mengukir prestasi. Hasil yang diraih Edgar Xavier jadi perolehan medali pertama bagi kontingen Indonensia. Perolehan ini diharapkan bisa menjadi lecutan bagi atlet Indonesia untuk mendulang medali lebih banyak lagi di Asian Games 2018. Di balik aksi menawannya di arena wushu, Edgar juga mencatat prestasi di dunia pendidikan.

Pemuda kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998 ini hanya membutuhkan waktu empat tahun untuk menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA di Jubille School. Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Lo Tjhiang Meng dan Maria Caecilia Nureka dengan enteng menjawab, "Belum berpikir kuliah karena konsentrasi menghadapi Asian Games 2018," katanya. Setelah meraih perak di Asian Games 2018, Edgar Xavier akan mengejar asa untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2024. Dalam pentas Asian Games 2018 Tim Indonesia mendapat dukungan dari PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) lewat gerakan moral hastag bertajuk #AXAMandiriuntukIndonesiaJuara dan #AXAMandiriDukungTimIndonesiaJuara.

Bentuk dukungannya adalah semua atlet Tim Indonesia yang berlaga pada Asian Games akan diberikan perlindungan berupa asuransi jiwa dan kesehatan. Kerja sama dan dukungan AXA Mandiri ini merupakan yang pertama dan satu-satunya asuransi jiwa yang hadir dalam Asian Games 2018 untuk Tim Indonesia. Hal ini ditandai dengan pendatanganan kerja sama antara AXA Mandiri dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) selaku komite olimpiade nasional Indonesia, pada Senin, 23 April 2018 di AXA Tower, Jakarta. #Lihat pula : Defia Rosmaniar - Medali Emas Pertama Indonesia