• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Malaysia. Show all posts

Biodata Khairul Fahmi Kiper Tim Nasional Malaysia

Biografi Biodata Khairul Fahmi Kiper Timnas MalaysiaKhairul Fahmi Che Mat (lahir 7 Januari 1989) merupakan seorang pemain sepak bola Malaysia yang berposisi sebagai penjaga gawang. Saat ini ia bermain untuk Kelantan FA dan untuk tim nasional Malaysia. Khairul Fahmi telah bermain untuk klubnya saat ini, Kelantan FA sejak tahun 2009. Khairul Fahmi telah bermain 3 kali untuk tim nasional U-23 Malaysia, dan telah bermain 4 kali untuk tim nasional senior Malaysia, tetapi belum mencetak gol. Ia turut membela Malaysia dalam Piala Suzuki AFF 2010. Pada pertandingan kedua final Piala Suzuki AFF 2010, Khairul berhasil menahan tendangan penalti Indonesia yang dilakukan oleh Firman Utina.

Timnas Malaysia memainkan penjaga gawang Khairul Fahmi saat takluk 1-4 di tangan Indonesia. Penampilan kiper veteran yang punya memori emosional dengan Skuad Garuda itu disorot netizen. Khairul Fahmi, 32 tahun, adalah penjaga gawang senior di Timnas Malaysia yang dibawa ke Piala AFF 2020 . Sekitar 11 tahun lalu, Khairul Fahmi juga pernah berhadapan dengan Timnas Indonesia di ajang serupa. Khairul Fahmi sempat menerima penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik dan pemain muda terbaik dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada 2010.

Khairul Fahmi sempat menerima penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik dan pemain muda terbaik dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada 2010. Ia pun turun memperkuat Timnas Malaysia di Piala AFF 2010. Salah satu yang cukup dikenang dari penampilannya ketika menggagalkan eksekusi penalti Firman Utina. Saat itu Harimau Malaya keluar sebagai juara usai menang agregat atas Timnas Indonesia dengan 4–2 di partai final. Setalah 11 tahun berlalu, Khairul Fahmi kembali dipercaya mengawal gawang Harimau Malaya ketika berhadapan dengan Timnas Indonesia. Namun, kali ini kiper kelahiran Kota Bharu, 7 Januari 1989, dipaksa empat kali memungut bola dari gawang sendiri.

Bermain di Stadion Nasional, Kallang, Minggu (19/12/2021) Timnas Indonesia lebih dulu kebobolan lewat gol Kogileswaran Raj di menit ke-13. Namun, Indonesia berhasil bangkit dengan mencetak empat gol balasan ke gawang Khairul Fahmi. Gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak Irfan Jaya pada menit ke-36 dan 43. Dua gol setalahnya dicetak masing-masing oleh Pratama Arhan (50') dan Elkan Baggott di menit ke-83. Suporter yang menyimpan memori di Piala AFF 2010 langsung berkomentar di media sosial. Pengguna akun @EdwinsyahRizki misalnya, mengaku sangat puas menyaksikan kemenangan Timnas Indonesia atas Malaysia.

Teoh Mei Xing Malaysia Czech Open 2021 Winner

Biografi Teoh Mei Xing Malaysia Czech Open 2021 WinnerTeoh Mei Xing yang lahir 6 Maret 1997 di Subang Jaya, Selangor, Malaysia adalah pemain bulu tangkis Malaysia. Dia adalah runner-up turnamen Swiss International dan Scottish Open 2016 di nomor ganda putri yang bermitra dengan Amelia Alicia Anscally. Dia bersama Tee Kai Wun adalah juara Spanyol Internasional 2021 mengalahkan pasangan ganda putri Inggris Callum Hemming/Jessica Pugh dengan skor 21–15, 13–21, 21–19 meraih medali emas. Dia bersama Anna Cheong Ching Yiko berada di Final Ceko Terbuka 2021 melawan wakil Indonesia Febby Valencia Dwijayanti Gani/Jesita Putri Miantoro pada 24 Oktober 2021.

Pasangan ganda putri Indonesia, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Jesita Putri Miantoro punya kunci kemenangan tersendiri saat berhasil tembus final Czech Open 2021. Bertanding di Sport hall Vodova, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Jesita Putri Miantoro berhasil mengantongi dua kemenangan di hari ketiga, Sabtu (23/10/21). Di babak perempat final, Febby/Jesita menang atas wakil Malaysia Cheng Su Hui/Cheng Su Yin 21-10, 21-11. Sedangkan di babak semifinal, ganda putri Indonesia itu mengalahkan  Go Pei Kee/YapLing 21-16, 21-10.

Febby Valencia Dwijayanti Gani belum mau cepat puas dengan hasil tersebut. Mereka akan mengerahkan segenap kekuatan untuk merengkuh gelar juara di babak final Czech Open 2021. Selanjutnya, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Jesita Putri Miantoro berhadapan dengan wakil Malaysia, Anna Ching Yik Cheong/Teoh Mei Xing, namun mereka kalah. Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani atau Putri KW memperebutkan gelar juara di Czech Open 2021. Putri mengalahkan lawanannya dari wakil Malaysia, Siti Nurshuhani. 

Profil Lee Zii Jia - Sang Penerus Lee Chong Wei

Biografi Profil Lee Zii Jia - Hoo Pang Ron/Cheah Yee See, Penyelamat Tim MalaysiaLee Zii Jia yang lahir 29 Maret 1998 di Alor Setar, Kedah, Malaysia adalah pemain bulu tangkis putra berkewarganegaraan Malaysia. Ia merupakan peraih medali emas bagi Malaysia pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2019 yang diselenggarakan di Filipina pada nomor tunggal putra. 

Lee Zii Jia yang menempati peringkat 8 dunia ini tinggal di Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia dan dilatih oleh pelatih bulutangkis Wong Choong Hann, Tey Seu Bock, dan Hendrawan dari Indonesia.

Pebulu tangkis tunggal putra Lee Zii Jia berhasil mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting pada perempat final Piala Sudirman 2021 yang berlangsung di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Jumat (1/10/2021). Anthony Ginting kalah straight game alias dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 16-21 dari Lee Zii Jia. Selanjutnya Lee Zii Jia kembali menghadapi Kento Momota di semi final Piala Sudirman 2021 yang sebelumnya pernah bertemu Kento Momota dan kalah di babak grup Piala Sudirman ini.

Lee Zii Jia sendiri juga pernah mengalahkan seorang Kento Momota. Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu bisa menaklukkan tunggal putra Jepang kala bertemu di All England bulan Maret lalu. Penerus Lee Chong Wei ini ingin menunjukkan bahwa kemenangan pertamanya melawan Momota di All England bukanlah suatu kebetulan. Ia ingin mengalahkan sang juara dunia dua kali tersebut saat berada dalam performa terbaiknya.

Lee pun sadar tekanan akan ada pada dirinya kala bertemu dengan wakil Jepang tersebut. Namun, ia perlahan sudah belajar dari pengalaman untuk mengendalikan diri di tengah tekanan yang besar. Pada semi final piala sudirman 2021, Lee Zii Jia berhasil kembali mengalahkan Kento Momota. Namun secara tim, Malaysia harus takluk melawan jepang pada 2 oktober 2021.

Pearly Tan/Thinaah - Pemain Badminton Malaysia

Biografi Pearly Tan dan Thinaah - Pemain Badminton MalaysiaPearly Tan Koong Le yang lahir 14 Maret 2000 adalah pemain bulu tangkis Malaysia yang masuk tim nasional pada tahun 2013. Dia adalah peraih medali perak ganda putri di Kejuaraan Junior Asia dan Dunia 2018. Bersama pasangannya Thinaah Muralitharan mereka menjuarai turnamen Malaysia International 2019 mengalahkan pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma / Ribka Sugiarto 21–16, 11–21, 21–18. Di tahun 2021 mereka menjuarai turnamen Super 300 di Swiss Open 2021.

Pasangan Pearly/Thinaah diketahui menjadi pebulutangkis putri Malaysia pertama yang berhasil memenangkan gelar di Swiss Open 2021, karena sebelumnya wakil Negeri Jiran belum ada yang pernah menang di sektor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. Kemenangan ini pun merupakan kemenangan yang luar biasa untuk Pearly/Thinaah, karena ini merupakan gelar perdana di ajang BWF World Tour, dan merupakan suatu kebanggaan bagia bintang ganda putri muda Negeri Jiran. Tidak hanya rekor itu saja, keberhasilan pasangan Pearly/Thinaah meraih gelar di Swiss Open 2021, membuat wakil Malaysia juga akan membuat catatan manis di ranking BWF. 

Pasangan Malaysia tersebut akan naik ke peringkat 22 dunia pada update ranking Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang akan dikeluarkan pada Selasa (09/03/21) mendatang. Peringkat tersebut merupakan peringkat terbaik di sepanjang karier pasangan Pearly/Thinaah, dan tentu saja apa yang ditampilkan oleh mereka di Swiss Open 2021 sangatlah luar biasa, dan patut dibanggakan. Tidak hanya melesat di ranking dunia BWF, bintang muda Malaysia tersebut juga berhasil menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi salah satu yang diandalkan oleh ganda putri Negeri Jiran.

Berhasil meraih gelar di Swiss Open 2021, pasangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan mencatatkan rekor apik di ranking BWF. Bermain di St.Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (07/03/21), pasangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan berhasil mengalahkan duet asal Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva dalam pertandingan straight games dengan skor akhir 21-19, 21-12. keberhasilan pasangan Pearly/Thinaah meraih gelar di Swiss Open 2021 sukses menghapus rekor buruk Malaysia yang sejauh ini belum meraih gelar di kompetisi tersebut di sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Pearly-Thinaah pertama kali menjadi terkenal ketika mereka memberikan poin kemenangan di ganda kedua yang membantu Malaysia mengalahkan Taiwan 3-1 untuk menyegel kualifikasi ke kejuaraan Piala Uber yang sukses melaju ke babak empat besar. Ini adalah pertama kalinya Malaysia lolos berdasarkan prestasi ke kejuaraan bergengsi sejak 2008. Selain kemenangan Swiss Open, hasil mengesankan lainnya Pearly-Thinaah tahun ini termasuk mencapai perempat final dari dua Thailand Open pada bulan Januari dan All-England. Dalam turnamen tersebut, mereka berhasil mengalahkan dua pasangan 10 besar dunia, Chan Ye-na-Kim Hye-rin dari Korea Selatan dan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dari Thailand. 

Di ajang Piala Sudirman 2021 Pearly-Thinaah menghadapi peringkat 14 dunia, Lauren Smith/Chloe Birch dari Inggris dan peringkat 3 dunia, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dari Jepang di babak penyisihan grup. Di perempat final mereka berhadapan dengan ganda putri asal Indonesia juara olimpiade tokyo 2020. Sementara itu di Piala Uber Mereka kemungkinan besar akan diadu di ganda pertama dengan peraih medali perak Olimpiade Tokyo Cheng Qingchen/Jia Yifan dari China dan peringkat 16 dunia Maiken Fruegaard/Sara Thygesen dari Denmark.

Pearly dan Thinaah meningkat pesat di paruh pertama tahun ini yang membuat mereka memenangkan gelar pertama mereka di Swiss Open 2021. Mereka pun terus berusaha untuk bisa bermain di banyak kompetisi tingkat atas. Setiap kali mereka pergi untuk mewakili Malaysia, tujuannya selalu sama yakni untuk membawa kemuliaan bagi negaranya. Bagi mereka statusnya sama sekali tidak penting. Mereka telah bekerja sangat keras untuk meningkatkan permainan demi menyamai pasangan teratas dunia. Mereka sangat menantikan untuk bermain melawan pasangan-pasangan papan atas di event-event besar. Sepertinya ajang Piala Sudirman 2021 dan Uber Cup 2020 bakal mewujudkan harapan mereka sejak terakhir mereka bermain di All England.

Kisona Selvaduray - Pemain Bulutangkis Malaysia

Biografi Kisona Selvaduray - Pemain Bulutangkis MalaysiaKisona Selvaduray yang lahir di Seremban Negeri Sembilan pada 1 Oktober 1998 adalah pemain bulu tangkis Malaysia. Kisona adalah anak bungsu dari empat bersaudara pasangan A. Selvaduray dan S. Valarmathi. Dia adalah peraih medali perunggu tunggal putri pada ajang Asian Youth Games 2013 di Institut Olahraga Nanjing China.

Dia memenangkan gelar internasional senior pertamanya di turnamen Indonesia International Series 2017 di nomor tunggal putri mengalahkan Gregoria Mariska Tunjung. Pada tahun 2019 dia meraih gelar juara Hellas Open di Yunani dengan mengalahkan pemain cantik Myanmar Thet Htar Thuzar. Dia adalah juara tunggal putri peraih medali emas di ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara 2019 yang digelar di Filipina. Sementara itu gelar internasional senior terakhir yang diaraih di Spanyol Internasional 2021 mengalahkan rekan senegaranya Goh Jin Wei.

Setelah menyabet gelar di turnamen Spanyol International 2021, pemain tunggal putri Malaysia ini langsung memasang target terbaru yang ingin dia wujudkan di tahun 2021. Kisona Selvaduray kini menjadi pebulu tangkis tunggal putri nomor satu Malaysia setelah pemain bulu tangkis tunggal putri senior Soniia Cheah dipecat Asosiasi Badminton Malaysia awal Februari 2021. Kisona Selvaduray kini mengemban tanggung jawab besar usai  menjadi pemain tunggal putri nomor satu di skuad Malaysia.

Kisona Selvaduray yang saat itu berada di peringkat ke-62 dunia debut turnamen All England pada 17-21 Maret 2021. Kisona tampil melawan tunggal putri Thailand Busanan Ongbamrungphan di partai pembuka All England. Kini pemain tunggal putri peringkat 53 dunia ini turut dalam tim bulutangkis Malaysia di ajang Piala Sudirman 2021 di Finlandia. Di babak perempat final ajang tersebut, tim bulutangkis Malaysia bertemu dengan Tim bulutangkis Indonesia. Kisona Selvaduray pun bakal kembali bertemu tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung yang pernah dia kalahkan 4 tahun lalu.

Azizulhasni Awang Peraih Medali Perak Malaysia

Biografi Azizulhasni Awang Biodata Wikipedia Indonesia Peraih Medali Perak Malaysia di olimpiade tokyo 2020Dato' Muhammad Azizulhasni bin Awang DPMT KMN AMN yang lahir 5 Januari 1988 adalah seorang pesepeda profesional Malaysia. Dijuluki "The Pocket Rocketman" karena perawakannya yang kecil, dia adalah pengendara sepeda Malaysia pertama dan satu-satunya yang memenangkan medali di Olimpiade Musim Panas. Di Olimpiade Tokyo 2020, ia memenangkan medali perak dalam kategori yang sama keirin individu.

Azizul mengambil jurusan ilmu olahraga (Sarjana Gerakan Olahraga) di Victoria University di Melbourne , Australia.Pada tahun 2015, ia menjadi atlet non-Australia pertama yang menerima Penghargaan Biru dari Universitas Victoria. Azizul menikah dengan Athiah Ilyana Abd Samat pada 30 Januari 2010. Pasangan ini tinggal di Melbourne bersama dua putri mereka. 

Pada tahun 2017, ia memenangkan gelar Kejuaraan Dunia pertamanya di keirin, dan menjadi orang Malaysia pertama yang pernah memakai jersey pelangi yang didambakan. Azizulhasni adalah nasional Team Malaysia pembawa bendera di Olimpiade Musim Panas 2008 Parade of Nations. Dia memenangkan medali Kejuaraan Dunia pertamanya pada tahun 2009, perak di sprint individu. Medali Olimpiade debutnya datang di Olimpiade Musim Panas 2016, sebuah perunggu di keirin individu. 

Jadwal Hasil Final Malaysia Master 2020 TVRI

Biografi Jadwal Hasil Final Malaysia Master 2020 TVRIMalaysia Masters 2020 mengawali kalender kompetisi BWF tahun 2020 sebagai turnamen pertama di tahun ini. Berikut jadwal final Malaysia Masters 2020 yang akan berlangsung pada hari ini, Minggu (12/1/2020), mulai 14.00 waktu setempat atau 13.00 WIB :

WS - Tai Tzu Ying (1/TPE) vs Chen Yu Fei (2/CHN)
WD - Du Yue/Li Yin Hui (7/CHN) vs Li Wen Mei/Zheng Yu (CHN)
MD - Kim Gi-jung/Lee Yong-dae (KOR) vs Li Jun Hui/Liu Yu Chen (3/CHN)
XD - Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (1/CHN) vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2/CHN)
MS - Kento Momota (1/JPN) vs Viktor Axelsen (5/DEN)

China berhasil menguasai slot babak final dengan menempatkan enam wakil. China sudah memastikan dua gelar juara dari nomor ganda putri dan ganda campuran setelah para wakil mereka mampu menciptakan derbi. China juga bisa meraih dua titel kampiun lainnya pada nomor tunggal putri dan ganda putra melalui Chen Yu Fei dan pasangan Li Jun Hui/Liu Yu Chen. Berdasarkan jadwal, Chen Yu Fei akan membuka perjuangan para pemain Negeri Tirai Bambu pada babak final Malaysia Masters 2020. Chen bakal melakoni duel ke-17 kontra Tai Tzu Ying (Taiwan) di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/1/2020). Sejauh ini, Tai masih unggul 14-2 atas Chen. Di atas kertas, laga final tunggal putri ini merupakan pertarungan ideal. Sebab, Chen dan Tai adalah dua pemain unggulan teratas pada turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Chen menempati posisi unggulan kedua, sedangkan Tai diunggulkan di urutan teratas.

Setelah pertandingan tunggal putri, laga perebutan gelar juara akan dilakoni dua pasangan ganda putri China, Du Yue/Li Yin Hui dan Li Wen Mei/Zheng Yu. Duel ini sekaligus memberi sinyal waspada kepada ganda putri Jepang yang dalam beberapa tahun terakhir begitu digdaya. Pada partai final ketiga, pertarungan menarik diperkirakan bakal terjadi di antara Kim Gi-jung/Lee Yong-dae (Korea Selatan) dan Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China). Sebab, pertandingan ini merupakan momen kembalinya sang Raja Super Series, Lee Yong-dae, ke laga final. Kali terakhir Lee bertanding pada laga final ialah pada Macau Open 2018. Namun, untuk final turnamen level setara super series, Lee terakhir kali menjalaninya pada Korea Open 2016. Rangkaian laga final Malaysia Masters 2020 akan berlanjut ke nomor ganda campuran dan tunggal putra. Pada partai final terakhir, pemain nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota, ditantang salah satu rival terberatnya, Viktor Axelsen (Denmark).

#Setelah PERODUA Malaysia Masters 2020 Super 500 di Kuala Lumpur yang berhadiah $400,000 selesai, HSBC BWF World Tour Badminton akan berlanjut ke DAIHATSU Indonesia Masters 2020 pada tanggal 14-19 Januari 2020 di Jakarta dan Princess Sirivannavari Thailand Masters 2020 $170,000 HSBC BWF World Tour Super 300 pada tanggal 21-26 Januari 2020 di Bangkok.

Woon Khe Wei Pemain Bulu Tangkis Malaysia

Biografi Woon Khe Wei - Pemain Bulu Tangkis MalaysiaJanice Woon Khe Wei (lahir 18 Maret 1989) adalah mantan pemain bulutangkis profesional Malaysia di acara ganda. Mitra terakhirnya adalah Vivian Hoo Kah Mun. Bersama-sama, mereka memiliki peringkat setinggi No. 9 di seluruh dunia. Mereka memenangkan medali emas di Commonwealth Games 2014 dan mereka juga mencapai perempat final di Olimpiade 2016. Ia mengumumkan pengunduran dirinya pada Desember 2018, beberapa bulan setelah penampilan terakhirnya di Kejuaraan Dunia BWF 2018.

Pebulu tangkis cantik asal Malaysia, Woon Khe Wei mengejutkan beberapa penggemar lewat keputusan pensiun yang diambilnya. Diberitakan oleh salah satu media Malaysia, The Star, pebulu tangkis bernama lain Janice Woon itu memilih melepaskan kariernya di dunia bulu tangkis. Woon telah mengajukan pengunduran dirinya ke Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sejak Rabu (5/12/2018). Layaknya beberapa atlet lainnya, cedera menjadi alasan Woon meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya. Rekan Vivian Hoo itu juga menuturkan cederanya kerap datang dan pergi sehingga ia tak bisa pulih secara penuh.

Di balik keputusan pensiunnya, siapa sangka Woon rupanya memiliki momen tak biasa kala bermain di Indonesia pada 2016 silam. Pada saat bertanding di Indonesia Open 2016, Woon ternyata sempat melakukan tindakan fenomenal dalam permainan terkait penggunaan tangan saat bertanding. Kala menghadapi wakil Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani di babak perempat final, Woon yang berpasangan dengan Vivian Hoo melakukan tindakan tak biasa. Saat pertandingan set kedua, tepatnya saat poin 12 - 18 dengan keunggulan Malaysia, raket Hoo dan Woon tiba-tiba berbenturan akibat menghalau drive Anggia. Akibat benturan tersebut, raket Woon pun terjatuh. Nahas kala raketnya terjatuh sebuah serangan justru mengarah padanya. Dengan refleks, Woon pun menggunakan tangan kosong untuk mengembalikan serangan tersebut.