• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Argentina. Show all posts
Showing posts with label Argentina. Show all posts

Para Pemain Tim Nasional Bola Voli Putri Argentina

BiografiThe tim voli nasional perempuan Argentina mewakili Argentina di internasional perempuan voli dan dikendalikan oleh Argentina Voli Federasi ( Federación del Voleibol Argentino di Spanyol, dan disingkat "Feva"). Ini berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas, kejuaraan dunia, dan turnamen internasional lainnya.

The Argentina women's national volleyball team represents Argentina in international women's volleyball and is controlled by the Argentine Volleyball Federation (Federación del Voleibol Argentino in Spanish, and abbreviated "FeVA"). It participates in the Summer Olympics, the world championships, and other international tournaments.

Head coach: Guillermo Orduna


No. Name Date of birth Height Weight Spike Block 2017–18 club

2 Agostina Soria 9 October 1998 1.79 m (5 ft 10 in) 65 kg (143 lb) 279 cm (110 in) 271 cm (107 in) Argentina Vélez Sarsfield
4 Anahi Tosi 10 July 1998 1.81 m (5 ft 11 in) 60 kg (130 lb) 290 cm (110 in) 272 cm (107 in) Argentina 9 de Julio
5 Lucía Fresco 14 May 1991 1.95 m (6 ft 5 in) 88 kg (194 lb) 322 cm (127 in) 316 cm (124 in) Hungary Békéscsabai RSE
6 Elina Rodríguez 11 February 1997 1.89 m (6 ft 2 in) 72 kg (159 lb) 300 cm (120 in) 284 cm (112 in) Argentina San Lorenzo
9 Clarisa Sagardía 29 June 1989 1.74 m (5 ft 9 in) 67 kg (148 lb) 290 cm (110 in) 280 cm (110 in) Greece Makedones
10 Emilce Sosa (c) 11 September 1987 1.77 m (5 ft 10 in) 75 kg (165 lb) 305 cm (120 in) 295 cm (116 in) Brazil Brasília Vôlei
11 Julieta Lazcano 25 June 1989 1.90 m (6 ft 3 in) 74 kg (163 lb) 312 cm (123 in) 293 cm (115 in) Brazil Curitiba Vôlei
12 Tatiana Rizzo 30 December 1986 1.78 m (5 ft 10 in) 64 kg (141 lb) 280 cm (110 in) 268 cm (106 in) Argentina Boca Juniors
14 Josefina Fernández 17 August 1991 1.80 m (5 ft 11 in) 69 kg (152 lb) 300 cm (120 in) 296 cm (117 in) Hungary Fatum Nyíregyháza
15 Antonela Fortuna 10 May 1995 1.75 m (5 ft 9 in) 61 kg (134 lb) 285 cm (112 in) 275 cm (108 in) Argentina San Lorenzo
16 Florencia Busquets 27 June 1989 1.92 m (6 ft 4 in) 68 kg (150 lb) 305 cm (120 in) 290 cm (110 in) Switzerland Franches-Montagnes
19 Morena Franchi 19 February 1993 1.64 m (5 ft 5 in) 62 kg (137 lb) 285 cm (112 in) 264 cm (104 in) Poland Budowlani Toruń
20 Valentina Galiano 12 August 1989 1.68 m (5 ft 6 in) 74 kg (163 lb) 293 cm (115 in) 280 cm (110 in) Argentina Boca Juniors
23 Victoria Michel Tosi 1 July 1999 1.82 m (6 ft 0 in) 69 kg (152 lb) 283 cm (111 in) 273 cm (107 in) Argentina Echagüe


Emiliano Martínez - Kiper Sepak Bola Argentina

Biografi Emiliano Martínez - Kiper Sepakbola Argentina vs KolombiaDamián Emiliano Martínez Romero (lahir 2 September 1992; umur 28 tahun) adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Argentina yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Liga Premier, Aston Villa dan tim nasional Argentina. Dia dipanggil oleh Argentina untuk mengantikan posisi Oscar Ustari pada laga melawan Nigeria pada Juni 2011.

Dia memulai debutnya sebagai pemain profesional saat dipinjamkan ke Oxford United saat melawan Port Vale di League Two pada 5 Mei 2012;. Port Vale menang 3-0. Dia masuk dalam daftar pemain cadangan Arsenal saat laga tandang melawan Stoke City pada 26 Agustus 2012, dan melawan Liverpool pada 2 September 2012 pada saat Wojciech Szczęsny dan Łukasz Fabiański mengalami cedera dan pada saat melawan Southampton pada 1 Januari 2013.

Pada 26 April 2012, dia memuali debutnya bersama tim senior di babak ketiga Piala Liga Inggris pada laga kandang melawan Coventry City.Dan dia kembali bermain sebagai starter saat timnya bermain di babak kedua Piala Liga Inggris melawan Reading yang dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 7-5 lewat perpanjangan waktu setelah tertinggal 4 gol di babak pertama.

Profil Diego Maradona Legenda Sepakbola Argentina

Profil Biografi Diego Maradona Die Died Dies Dead Death Meninggal Dunia Legenda SepakbolaDiego Armando Maradona (lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960; umur 53 tahun) adalah mantan pesepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pesepakbola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri. Maradona lahir dalam kemiskinan pada tanggal 30 Oktober 1960 di Lanús tetapi menghabiskan masa kecilnya di Villa Fiorito. Dia adalah anak ke 4 dari 6 bersaudara.

Pada usia 10 tahun bakat sepakbolanya ditemukan oleh pemandu bakat klub Agentinos Juniors. 2 tahun kemudian dia menjadi maskot klub tersebut bernama Los Cebollitas (Bawang Kecil), yang mana dia bertugas untuk menghibur penonton dengan keterampilan sepakbolanya saat jeda pertandingan pada kompetisi divisi utama Argentina, Argentinos Juniors. Bakatnya tercium sampai ke Inggris saat klub Sheffield United mencoba mentransfernya seharga 180.000 poundsterling. Proposal itu kemudian ditolak oleh Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling dimana ia menjadi juara liga untuk pertama kalinya.

Setelah Piala Dunia 1982, ia kemudian ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia pada saat itu. Disana bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan FC Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao. Kariernya di FC Barcelona mengalami beberapa kendala, pertama adalah ketika Maradona divonis mengidap penyakit hepatitis, kemudian cedera engkel yang parah akibat tekel keras oleh pemain Athletic de Bilbao, Andoni Goikoetxea dimana hampir mengakhiri kariernya dalam dunia sepakbola. Selain itu dia juga kerap bersitegang dengan Presidan klub Josep Lluís Núñez.

Maradona memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada usia 18 tahun Maradona berpartisipasi dalam Piala Dunia Junior yang diselenggarakan di Jepang, dimana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dengan hasil 5-0. Maradona mencetak 2 gol bersama Ramón Díaz yang mencetak hattrick. Piala Dunia 1982. Maradona melakukan debutnya dalam pentas Piala Dunia pada Piala Dunia 1982. Pada babak penyisihan Argentina yang adalah juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 oleh Belgia,walaupun begitu Argentina berhasil melaju ke babak kedua turnamen setelah mengalahkan Hongaria 4-1 dan El Salvador 2-0. Di babak berikutnya mereka kembali mengalami kekalahan oleh Italia 1-2 dan Brazil 1-3. Maradona tampil dalam semua pertandingan di Piala Dunia dan mencetak 2 gol. Semuanya di buat dalam pertandingan melawan Hongaria.

Pertunjukkan kehebatan Maradona {yang ditunjuk menjadi kapten tim} adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana hampir sendirian ia mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina. Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut , Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, 

Peter Shilton. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik. Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol yang sangat buruk. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan "tangan Tuhan". Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005. Total Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist dan tidak pernah diganti selama pertandingan Argentina dalam Piala Dunia 1986. Sebagai bentuk penghormatan, maka didirikanlah patung Maradona ketika sedang mencetak gol di depan pintu masuk stadion Stadion Azteca.

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, Maradona kembali mengkapteni Argentina. Namun penampilan Maradona kurang maksimal dikarenakan cedera lutut sebelum turnamen dimulai. Argentina memulai perjalanannya dalam turnamen ini dengan kurang meyakinkan, hampir tersisih dalam babak awal dan hanya menempati peringkat 3 dalam grup B. Argentina kemudian bertemu musuh bebuyutannya Brasil. Ketika diramalkan akan menderita kekalahan, Maradona tampil sebagai pahlawan dengan mengirimkan umpan untuk diselesaikan oleh Claudio Caniggia. Argentina pun menang 1-0 atas Brasil. Babak selanjutnya Argentina bertemu dengan Yugoslavia dimana pertandingan diselesaikan lewat adu pinalti. Maradona adalah salah satu penendang pinalti yang gagal. Semifinal melawan Italia juga diselesaikan lewat adu pinalti setelah skor 1-1 selama 2x45 menit. Kali ini Maradona berhasil menyarangkan pinalti setelah dengan berani menendang bola pada arah yang sama ketika ia gagal ketika melawan Yugoslavia. Pada pertandingan final sudah menunggu Jerman Barat yang kemudian berhasil mengalahkan Argentina 1-0 lewat pinalti yang dicetak oleh Andreas Brehme pada menit ke-85, setelah terjadi pelanggaran kepada penyerang Jerman Barat, Rudi Völler.

Piala Dunia 1994 - Maradona tampil lagi sebagai kapten untuk Argentina namun hanya tampil sebanyak 2 kali dan mencetak 1 gol ketika melawan Yunani. Ia kemudian tertangkap menggunakan doping, dan dilarang berpartisipasi dalam turnamen. Maradona kemudian menyangkal dirinya sengaja memakai doping dan menuduh adanya konspirasi melawan dirinya oleh Amerika Serikat.

Maradona memiliki fisik yang kekar dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Keahliannya yang tinggi dalam menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya. Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Ia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.

Cristian Romero Pemain Pinjaman Juventus

Biografi Cristian Romero Wikipedia Pemain Sepak Bola Klub JuventusCristian Gabriel Romero (lahir 27 April 1998) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai bek tengah untuk klub Serie A Genoa, dengan status pinjaman dari Juventus. Romero memulai karirnya bersama klub Argentina Primera División Belgrano pada 2016, debutnya datang pada 28 Agustus dalam pertandingan liga dengan Independiente. Sebulan kemudian, Romero bermain di kedua babak Copa Sudamericana 2016 dari enam belas pertandingan Belgrano melawan Coritiba. Dalam dua musim dengan tim utama Belgrano, ia membuat sembilan belas penampilan di semua kompetisi.

Pada Juli 2018, Romero bergabung dengan Genoa di Serie A. Romero mencetak gol senior pertamanya dalam pertandingan Genoa keduanya, mencetak imbang 2-2 dengan Udinese pada 28 Oktober; di mana ia kemudian dikirim masuk. Juventus, pada 9 Juli, mengumumkan Romero sedang menjalani pemeriksaan medis sebelum pengajuan yang diajukan. Pada 12 Juli 2019, Juventus mengumumkan akuisisi permanen Romero dari Genoa senilai € 26 juta, dengan pemain yang tersisa di bekas klubnya dengan status pinjaman selama sisa musim ini.

Romero telah mewakili Argentina di level U20, memenangkan tujuh pertandingan di South American Youth Football Championship 2017 di Ekuador. Pada April 2017, ia dipanggil ke kamp pelatihan Argentina jelang Piala Dunia FIFA U-20 2017 di Korea Selatan tetapi tidak terpilih dalam daftar skuad turnamen.

Juventus berhasil mendapatkan Cristian Romero dari Genoa. Namun ia tak langsung bermain untuk Bianconeri karena dipinjamkan kembali ke klub lamanya. Juventus mengumumkan transfer Romero melalui situs resmi klub, Sabtu (13/7/2019) dini hari WIB. Mereka harus mengeluarkan dana sebesar 26 juta euro atau setara dengan Rp 410 miliar untuk merekrut pemain belakang berusia 21 tahun ini. Romero diikat oleh dengan kontrak selama lima musim ke depan hingga 2024 di Allianz Stadium. Namun pria asal Argentina ini tak akan langsung berseragam Si Nyonya Tua di musim ini.