• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Taekwondo. Show all posts
Showing posts with label Taekwondo. Show all posts

Panipak Wongpattanakit - Medali Emas Thailand

Biografi Panipak Wongpattanakit - Medali Emas ThailandPanipak Wongpattanakit ( วงศ์พัฒนกิจ ) yang lahir 8 Agustus 1997 adalah seorang atlet Taekwondo Thailand. Dia saat ini menduduki peringkat sebagai praktisi taekwondo nomor 1 di dunia. Panipak menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Taekwondo 2015 dengan merebut medali emas di nomor 46kg yang juga merupakan gelar juara dunia pertamanya. Dia mengklaim medali perunggu di Olimpiade Musim Panas 2016 di kelas –49 kg selama penampilan perdananya di Olimpiade untuk Thailand. Dia hampir berhenti taekwondo setelah frustrasi kehilangan kesempatan untuk mengklaim medali emas di Olimpiade Musim Panas 2016 dan mengambil istirahat sejenak dari olahraga selama sekitar dua bulan.

Dia mengklaim medali perunggu dalam acara kelas terbang wanita di Kejuaraan Taekwondo Dunia 2017. Ia merebut medali emas Asian Games pertamanya pada Asian Games 2018 di nomor 49kg putri . Dia memenangkan medali emas dalam acara kelas terbang wanita selama Kejuaraan Taekwondo Dunia 2019. Dia dianugerahi Atlet Wanita Tahun Ini oleh Taekwondo Dunia selama Penghargaan Gala Taekwondo Dunia 2019. Ia juga mewakili Thailand di Olimpiade Musim Panas 2020 dan meraih medali emas di nomor 49kg putri. Ini juga akhirnya menjadi kemenangan medali emas Olimpiade pertama untuk Thailand di taekwondo dan Panipak mengklaim medali emas pertama Thailand di Olimpiade Musim Panas 2020.

Atlet taekwondo asal Thailand, Panipak Wongpattanakit, berhasil menyabet emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam kategori wanita 49 kilogram. Panipak berhasil mengalahkan Adriana Cerezo Iglesias dari Spanyol dengan skor 11-10 pada 24 Juli. Ketika dia pulang ke Thailand membawa medali emas olimpiade, dia disambut bak pahlawan setibanya di bandara Phuket. Ayah Panipak, Sirichai, juga hadir di sana menyambutnya sebagaimana dilansir World of Buzz, Jumat (30/7/2021). Setelah menyabet medali emas dalam pesta olahraga terbesar di dunia tersebut, Panipak diganjar hadiah senilai 19 juta baht (Rp 8,3 miliar).

Ketika Panipak melihat ayahnya, dia segera mengambil medali emasnya, menggenggamnya, dan akhirnya bersujud di depan kaki sang ayah. Sambil bersujud, Panipak menyerahkan medalinya kepada ayahnya. Sang ayah akhirnya menerima medali tersebut dan mengangkatnya. Dia lantas mengalungkan medali emas milik putrinya tersebut ke lehernya lalu mengangkat tinjunya ke atas. Orang-orang yang hadir di sekitar bandara tersebut langsung riuh bersorak dan bertepuk tangan. Ketika Panipak berdiri, ayahnya mengembalikan medali itu kepada pemiliknya yang sah. Kepada Bangkok Post, Panipak mengungkapkan kegembiraannya disambut banyak orang ketika tiba di tanah air.

Profil Defia Rosmaniar Atlet Taekwondo Berhijab

Biografi Defia RosmaniarDefia Rosmaniar Atlet Taekwondo berhijab berhasil mendapatkan emas pertama di Asian Games 2018, Minggu 19 Agustus 2018 untuk Indonesia. Defia Rosmaniar yang berhasil menyumbangkan emas dari cabang olahraga Taekwondo di nomor Poomsae Individu Putri. Defia yang mengenakan jilbab mengalahkan atlet dari Iran, Marjan Salahsouri yang juga berhijab dalam pertandingan di Asian Games 2018 ini. Defi bertarung dan menang dalam dua babak di komplek Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 19 Agustus 2018.

Profil singkat Defia Rosmaniar :

Defia Rosmaniar
Lahir di Bogor, 25 Mei 1995.
Yinggi badan 163 cm dan berat 54 kg
SD Leuwiliang dan lulus tahun 2000.
SMPN 1 Cibungbulang dan lulus tahun 2009
SMAN 1 Leuwiliang 4 dan tamat pada tahun 2012.
Atlet cabang olah raga taekwondo dengan nomor pertandingan poomsae.

Prestasi Defia Rosmaniar :

- Medali perak untuk Individual female U-29 Asian Taekwondo Poomsae Championship, Manila Philiphine 2016
- Medali perak untuk Pair mixed Poomsae Asian Championship , Manila Philiphine 2016
- Medali perak untuk Pair mixed U-29 ( korean division ) 26th Korea Open Championship, Gyeongju Korea 2016
- Medali perak untuk Individual female senior kejurnas mahasiswa, Lombok Mataram 2016
- Medali emas untuk Individual female U-30 poomsae (Taekwondo world Hanmadang 2016 Korea)
- Medali emas untuk Individual femalem U-30 poomsae ( 1st Bankimon Open Korea 2016)
- Medali emas untuk Team female U-30 poomsae (1st Bankimon Open Korea 2016)
- Medali emas untuk Individual female PonJabar XIX 2016
- Medali emas untuk Team female PonJabar XIX 2016
- Medali emas untuk Team female senior kejurnasmahasiswa, Lombok, Mataram 2016

Di Asian Games 2018 Defia meraih emas setelah mengalahkan atlet Iran, Marjan Salahsahouri di babak final cabang olahraga taekwondo putri nomor Poomsae di Jakarta Convention Center, Minggu (19/8/2018). Setelah dinyatakan menang, Defia langsung menghampiri pelatihnya kemudian berlari mengelilingi arena pertandingan sambil mengibarkan bendera merah putih. Air mata pun terlihat membasahi pipi atlet asal Bogor itu. “Sempat deg-degan di semifinal, tapi aku lepas saja lah, sudah ada yang ngatur juga kan. Menang kalah wajar cuma ya saya maksimal saja,” kata Defia. #Lihat pula : Marvelo Edgar Xavier - Medali Pertama Indonesia